Malang, seblang.com – Di tengah tren kemeriahan karnaval yang kerap identik dengan dentuman musik berdaya tinggi, Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, memilih cara berbeda dalam merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tidak ada sound horeg yang menjadi pusat perhatian. Jalanan justru dipenuhi cerita perjuangan, permainan tradisional, kostum budaya, dan kreativitas ribuan warga yang tampil dalam Karnaval Kemerdekaan, Minggu (30/8/2026) sore.
Konsep tersebut membuat perayaan kemerdekaan di Lawang memiliki karakter tersendiri. Kemeriahan tidak dibangun dari kerasnya suara musik, melainkan dari keterlibatan masyarakat yang bersama-sama menghadirkan pertunjukan bernuansa sejarah dan kebudayaan.
Sekitar 3.000 peserta dari 63 RT dan 11 RW ambil bagian dalam karnaval tersebut. Ribuan warga lainnya memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan parade yang menjadi puncak peringatan HUT ke-81 RI di Kelurahan Lawang.
Lurah Lawang, Bambang Puji Raharjo, mengatakan karnaval sengaja dikemas tidak sekadar sebagai hiburan. Ada pesan sejarah dan pendidikan yang ingin disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
“Harapan kami adik-adik, remaja maupun orang tua tidak lupa dengan nilai-nilai sejarah. Apa yang kami suguhkan ini tontonan yang bermartabat dan mendidik,” ujar Bambang.
Peserta menampilkan berbagai pakaian bernuansa budaya daerah. Permainan tradisional yang kini semakin jarang dijumpai juga kembali dimainkan. Sementara sejumlah kelompok menghadirkan fragmen teatrikal tentang perjuangan kemerdekaan.
Bagi masyarakat Lawang, jalan raya pada hari itu bukan sekadar lintasan karnaval. Ruang publik tersebut berubah menjadi panggung bersama untuk mengenang perjalanan bangsa sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Direktur PT Exel Mandiri Inovasi, Daya Sundara, menilai perayaan kemerdekaan tetap dapat berlangsung meriah tanpa harus mengedepankan pesta semata.












