Hengky juga menekankan bahwa segmen utama layanan ini mencakup wisatawan dan pelajar. Jalur Banyuwangi–Bandung–Yogyakarta dinilai memiliki potensi besar sebagai penghubung kota-kota dengan kekuatan pariwisata dan pendidikan.
“Kami berharap ini menjadi konektivitas baru yang mendorong mobilitas wisatawan, mahasiswa, hingga pelaku usaha,” ungkapnya.
Selain fasilitas tempat duduk, KA Sangkuriang juga dilengkapi layanan penunjang seperti kereta makan serta sarana ibadah, mengingat durasi perjalanan yang cukup panjang. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan masukan pelanggan.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik peluncuran rute baru tersebut. Ia berharap kehadiran KA Sangkuriang dapat semakin memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapan kami, masyarakat semakin terfasilitasi untuk bepergian ke luar kota, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun wisata. Ini juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pergerakan pariwisata di Banyuwangi,” ujarnya.
Ipuk juga menekankan pentingnya integrasi berbagai moda transportasi yang telah dimiliki Banyuwangi, mulai dari bandara, pelabuhan, hingga jalur darat. Ia berharap kereta api menjadi salah satu moda andalan yang diminati masyarakat.
“Semoga semakin banyak orang datang ke Banyuwangi. Tidak hanya singgah di Ketapang, tetapi juga menikmati keindahan alam dan destinasi wisata yang ada di daerah ini,” pungkasnya.










