Situbondo, seblang.com – Suasana khidmat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-Alun Situbondo, Sabtu (2/5/2026), mendadak berubah menjadi penuh haru. Di balik barisan upacara dan pidato resmi, terselip pertemuan emosional antara Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan guru sekolah dasarnya.
Sosok tersebut adalah Pak Sardiran, guru kelas 1 yang pernah mendidik Bupati—yang akrab disapa Mas Rio—saat menempuh pendidikan di SD Dawuhan.
Pak Sardiran yang kini telah lanjut usia hadir tanpa pengawalan maupun fasilitas khusus. Ia berdiri di tepi kerumunan peserta upacara di Alun-Alun Situbondo, hanya untuk melihat mantan muridnya yang kini menjadi orang nomor satu di daerah tersebut.
Bagi sang guru, kesuksesan Mas Rio adalah kebanggaan tersendiri. Namun di matanya, Mas Rio tetaplah murid kecil yang dahulu diajarkan membaca dan menulis. Kehadirannya yang sederhana mencerminkan ketulusan seorang pendidik: memberi tanpa pamrih dan mendidik tanpa menuntut balas jasa.
Momen mengharukan terjadi seusai upacara. Begitu menyadari kehadiran gurunya, Mas Rio langsung menghentikan langkah, lalu menghampiri Pak Sardiran. Tanpa ragu, ia membungkuk mencium tangan gurunya sebelum memeluknya dengan hangat di hadapan publik.
“Saya tidak tahu beliau mencari saya tadi. Saat saya turun dari upacara, beliau sudah menunggu,” ujar Mas Rio dengan nada haru.










