Hardiknas 2026 di Banyuwangi Jadi Sorotan, Mendikdasmen: Bisa Jadi Contoh Nasional

by -0 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya, Sabtu (2/5/2026). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bahkan menyebut perayaan di daerah ini sebagai yang paling meriah di Indonesia sekaligus berpotensi menjadi rujukan nasional.

Dalam sesi wawancara, Abdul Mu’ti mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, guru, seniman, hingga masyarakat yang turut menyukseskan peringatan tersebut. Menurutnya, kemeriahan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, melainkan harus menjadi energi bersama untuk memperkuat partisipasi publik dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

Ia menegaskan, semangat Hardiknas harus diarahkan untuk membangun generasi unggul dan berdaya saing, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membawa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.

Lebih jauh, Mendikdasmen juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi yang terus meningkat hingga mencapai angka 75. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai terobosan kreatif pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan, termasuk menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah atau kurang berminat pada pendidikan formal.

Menurutnya, pendekatan Banyuwangi layak dijadikan contoh di tingkat nasional. Ia bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mereplikasi sejumlah program tersebut sebagai kebijakan yang lebih luas. “Pendidikan tidak hanya sebatas sekolah, tetapi juga proses belajar yang bisa dilakukan di mana saja,” ujarnya.

Pelibatan siswa dalam berbagai kegiatan budaya seperti yang ditampilkan dalam peringatan Hardiknas juga mendapat perhatian khusus. Abdul Mu’ti menilai langkah tersebut penting untuk memberi ruang aktualisasi bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap budaya lokal.

“Anak-anak kita harus memiliki wawasan global, tetapi tetap berpijak pada nilai dan budaya lokal,” tegasnya.

Sementara itu, terkait polemik penghapusan tenaga honorer yang belum seluruhnya terserap menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ia belum memberikan penjelasan detail. Pemerintah, kata dia, masih menyiapkan aturan lanjutan yang akan segera diumumkan.

Di sisi lain, isu keamanan di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Mendikdasmen memastikan program “Sekolah Aman dan Nyaman” terus diperkuat sebagai upaya mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di sekolah. Program tersebut dijalankan dengan pendekatan inklusif, promotif, dan partisipatif agar tercipta lingkungan belajar yang aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh siswa.////////

iklan warung gazebo