Situbondo, seblang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo sukses menyelenggarakan Festival Islamic Culture dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh 21 peserta dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se-Kabupaten Situbondo.
Tidak sekadar menjadi perayaan religius, festival ini juga menjadi panggung utama untuk membangkitkan kembali berbagai tradisi dan kebudayaan lokal Situbondo yang mulai tergerus zaman dan terancam punah.
Event akbar ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni di satu lokasi. Kemeriahan berlanjut dengan kirab budaya yang diikuti para peserta dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih dua kilometer mengelilingi kawasan pusat Kota Situbondo.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ribuan penonton memadati sepanjang rute kirab. Menariknya, festival ini tidak hanya memikat warga Situbondo, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dan pengunjung dari berbagai daerah tetangga yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung gelaran budaya tersebut.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dan respons positif dari Ketua DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi. Hadir dan menyaksikan langsung jalannya acara, Mahbub mengaku takjub dengan kreativitas para pelajar dalam menampilkan khazanah budaya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Situbondo yang telah berkomitmen menjaga tradisi lokal. Kami tadi melihat dan menyaksikan langsung penampilan dari adik-adik kita, dan itu cukup berkesan,” ujar Mahbub saat memberikan keterangan, Selasa (16/6/2026).
Secara khusus, Mahbub menyoroti salah satu penampilan yang mengangkat tradisi kuno Situbondo bernama ater-ater.
“Tadi ada tradisi yang namanya ater-ater atau saling berbagi makanan. Filosofinya sangat bagus. Sebenarnya masih banyak lagi tradisi Situbondo lainnya yang ditampilkan dengan sangat apik,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Mahbub berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dan pemerintah dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya leluhur.
“Kami berharap tradisi kita tetap dijaga, dirawat, dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.////////










