“Kepada kepala daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” kata Ipuk saat membacakan sambutan BPIP.
Ipuk juga mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat gotong royong, toleransi, kerukunan antarumat beragama, dan kepedulian sosial merupakan modal penting yang selama ini menjadi kekuatan Banyuwangi.
“Semangat gotong royong, toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta kepedulian sosial yang selama ini menjadi kekuatan Banyuwangi harus terus kita pelihara dan perkuat,” ujarnya.
Di tengah tantangan global, perkembangan teknologi yang semakin pesat, serta tuntutan pembangunan yang kian kompleks, Ipuk menegaskan Pancasila harus tetap menjadi pedoman moral dalam setiap kebijakan, keputusan, dan tindakan.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperkuat semangat pengabdian, serta memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan Banyuwangi yang maju, inklusif, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya. (*)











