Kolaborasi tersebut juga mencakup dukungan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan Hari Desa Nasional 2027 yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto.
Sedangkan Gus Afif dalam materinya menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari semangat Program Cinta Desa, dengan mengintegrasikan pendidikan, pembangunan, dan kearifan lokal untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia.
Menurut Gus Afif, generasi muda harus mulai mengubah cara pandang terhadap desa. Desa tidak boleh hanya dilihat sebagai tempat tinggal atau wilayah yang ditinggalkan ketika seseorang mencari pekerjaan di kota.
“Desa harus kita lihat sebagai masa depan. Kita ingin memastikan sumber daya manusia yang ada di desa mampu membaca potensi dan keunggulan dari masing-masing desanya,” terang Gus Afif.
Ia menjelaskan, melalui kolaborasi antara pendidikan dan pembangunan, siswa SMK dapat menjadi bagian dari proses pengembangan desa. Ilmu yang diperoleh di sekolah dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat.
“Nantinya anak-anak bisa turun ke desa, melihat potensi yang ada, menyalurkan ilmu yang diperoleh selama di sekolah dan mengimplementasikannya di desa masing-masing,” katanya.
Gus Afif juga mendorong siswa agar tidak selalu berpikir bahwa masa depan hanya tersedia di perkotaan. Menurutnya, desa memiliki ruang yang sangat besar untuk bertumbuh, berkreasi, dan membangun usaha.
“Kita harus melihat desa sebagai ruang kehidupan yang sangat terbuka. Ruang untuk bertumbuh, untuk besar dan untuk berkreasi sangat banyak di desa,” tuturnya.
Ia mencontohkan Kabupaten Mojokerto yang memiliki ratusan desa dengan berbagai potensi dan karakteristik masing-masing. Potensi tersebut, kata Gus Afif, membutuhkan generasi muda yang mampu membaca peluang dan mengembangkannya.
Gus Afif juga mengajak para siswa untuk mulai berpikir jangka panjang, tidak hanya memikirkan masa depan pribadi, tetapi juga bagaimana keberhasilan mereka nantinya dapat memberikan dampak terhadap keluarga, sekolah, dan lingkungan desanya.
“Leadership menentukan. SDM menentukan. Jangan berpikir desa saya tidak ada apa-apa. Cari peluang, lihat apa yang bisa dimunculkan dari desa, kemudian dikembangkan dan dikenalkan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Afif juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan anggaran bagi SMKN 1 Jatirejo, SMKN 1 Dlanggu, dan SMKN 2 Kota Mojokerto guna mendukung berbagai kegiatan siswa yang dilaksanakan di desa.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah desa, sehingga keterampilan serta inovasi para siswa dapat benar-benar diterapkan untuk membantu pengembangan potensi desa.
Launching SMK Bisa, Desa Berdaya kemudian dilanjutkan dengan FGD bersama siswa-siswi dan jajaran guru. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi, sekaligus membahas peluang kolaborasi antara sekolah dan desa ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., Kepala SMKN 1 Jatirejo Akhmad Mukhlason, M.Pd., Kepala SMKN 2 Kota Mojokerto Iswahyudi, S.ST., M.Pd., serta Kepala SMKN 1 Dlanggu Johan Burhanudin, S.Kom., M.T. (ris)











