Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Madiun, Produksi Padi Jatim Diprediksi Naik 5 Persen dan Konsisten Surplus

by -16 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Langkah lainnya ialah menyusun pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi perubahan iklim, memperkuat pengelolaan irigasi melalui pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan perpompaan, serta optimalisasi sumber air.

Pemerintah juga memperkuat sistem pelaporan cepat apabila terjadi bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Terima kasih kepada semuanya yang sudah berikhtiar melakukan percepatan masa tanam. Panjenengan semua adalah pahlawan pangan yang luar biasa, para petani dan gapoktan yang menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan produksi pangan tertinggi di Indonesia,” pungkasnya.

Senada dengan Khofifah, Plh Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, mengatakan pemerintah melalui Kementan telah membagi target luas tanam nasional mencapai 16 juta hektare dalam satu tahun.

Menurutnya, Jawa Timur hingga Mei 2026 telah berkontribusi mencapai 238 ribu hektare dari target nasional 1,7 juta hektare.

Mengacu data BPS Semester I Januari–Juni, produksi padi Jawa Timur diprediksi meningkat lebih dari 5 persen dibanding 2025, dengan catatan mitigasi terhadap puso akibat OPT maupun kekeringan berjalan optimal.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak yang ahli di bidangnya untuk bersama-sama mendukung upaya ini. Kami yakin peningkatan produksi Jawa Timur sebesar 5 persen akan tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengaku siap mengawal berbagai program Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan.

Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga surplus beras di Jawa Timur, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi untuk menjaga stabilitas petani saat hasil panen melimpah,” katanya.

Kabupaten Madiun sendiri tercatat sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Pada 2025, luas panen mencapai 82.826 hektare dengan produksi sebesar 480 ribu ton GKG dan produktivitas rata-rata 5,80 ton per hektare. Bahkan, produktivitas di sejumlah wilayah dapat mencapai sekitar 7 ton per hektare.

Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa tiga unit hand traktor singkal, empat unit cultivator, enam unit combine harvester besar, dan satu unit rotavator.

Bantuan dari Pemprov Jatim tersebut diserahkan secara simbolis oleh Khofifah kepada Kelompok Tani Sumber Rukun sebagai perwakilan petani Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

iklan warung gazebo