Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Madiun, Produksi Padi Jatim Diprediksi Naik 5 Persen dan Konsisten Surplus

by -16 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Surabaya, seblang.comGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026) pagi.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penggerak kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang tidak menentu.

“Tidak sekadar bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tetapi juga bagaimana kita menjadi bagian yang bisa membawa Indonesia bukan hanya berketahanan pangan, melainkan berkedaulatan pangan berkelanjutan,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Angka Tetap BPS Tahun 2025, Jawa Timur mencatat luas panen sebesar 1,84 juta hektare dengan produksi padi mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini meningkat 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 9,77 juta ton.

Sementara berdasarkan rilis BPS per 4 Mei 2026, potensi produksi padi Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG atau meningkat sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ini artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim. Insya Allah, Jatim tetap menjadi tumpuan bagaimana program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” ungkap Khofifah optimistis.

Khofifah juga menyebut, mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berkaitan erat dengan pertahanan dan keamanan bangsa.

Terkait kondisi surplus padi dan beras di Jawa Timur, Khofifah mengaku optimistis suplai saat ini cukup hingga tahun depan. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya ekspor beras ke pasar global.

Karena itu, Khofifah menekankan pentingnya modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) di berbagai wilayah Jawa Timur. Hal tersebut dinilai sejalan dengan fakta bahwa Jawa Timur memiliki jumlah petani muda terbanyak di Indonesia.

Modernisasi alsintan meliputi penggunaan transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester.

“Saya rasa ini sangat ramah bagi anak-anak muda sehingga mereka tidak semua ke kota, tetapi juga menjadi bagian dari penguat sektor pertanian,” kata Khofifah.

Sebagai informasi, berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemprov Jatim guna mendorong kedaulatan pangan berkelanjutan. Di antaranya percepatan tanam pada lahan yang telah selesai panen dengan memanfaatkan benih unggul bersertifikat tahan kekeringan.

Selain itu, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian agar proses panen, pengolahan tanah, hingga tanam kembali dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

iklan warung gazebo