Perwira polisi berpangkat tiga melati tersebut menegaskan, etomidate telah dikemas dalam berbagai varian rasa, di antaranya stroberi, melon, dan vanila.
“Sekilas bisa tersamarkan pada saat sedang berkumpul seperti biasa saja karena sama-sama mengasap. Ini terdeteksi kalau kita lakukan tes urine. Efeknya sendiri sampai sekarang sifatnya adalah fly atau penenang,” bebernya.
Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Mustijat Priyambodo menambahkan, satu cartridge berisi cairan etomidate dijual dengan harga sekitar Rp5 juta.
“Ukurannya 1,9 mililiter. Sekitar 500 hisapan dengan harga Rp5 juta per pcs,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam pengungkapan kali ini, kemasan narkotika etomidate bergambar Spiderman. Sementara pada kasus pertama yang ditemukan sebelumnya, kemasannya bergambar Lamborghini.
Polisi masih mendalami jaringan dan kemungkinan peredaran narkotika jenis etomidate di Surabaya.
“Ini kayaknya beredar di kalangan tertentu, menengah ke atas, harganya Rp5 juta. Ini barang baru narkotika golongan II. Efeknya halusinogen. Di Surabaya, peredaran belum ada. Tapi masih kami selidiki,” pungkasnya. (*/ady)











