Surabaya, seblang.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan ekonomi berbasis pesantren melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Selasa (21/4/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa rakor ini sangat penting dan strategis.
Menurutnya, Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah pesantren terbesar dan basis ekonomi kerakyatan yang kuat memiliki peran strategis dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun regional.
Akhmad Jazuli menambahkan, pesantren perlu dibekali ilmu kewirausahaan dan keterampilan agar mampu menjadi penggerak ekonomi. Program OPOP dinilai sangat penting untuk mendukung hal tersebut.
“Melalui rakor ini diharapkan lahir rumusan program yang implementatif dan mudah dilaksanakan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi Gubernur Khofifah atas dukungan dan inovasi berbagai pihak dalam penguatan dan pengembangan OPOP Jawa Timur. Di antaranya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur yang memberikan fasilitasi advokasi kelembagaan, sertifikasi, perluasan pasar, hingga pembiayaan. Termasuk program terbaru, yakni Pesawat (Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu).










