Efisiensi! ITDBI 2026 Terancam Absen, Bupati Ipuk Pilih Optimalkan Semua Potensi 

by -0 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pemerintah daerah tengah mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu yang masih dikaji adalah kelanjutan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI) 2026.

Ipuk menyebut, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait penyelenggaraan ITDBI. Namun, kondisi fiskal daerah membuat sejumlah agenda besar harus dipertimbangkan ulang.

“Belum merilis ya, kita belum merilis berkaitan ITDBI untuk tidak dilanjutkan. Tapi ini masih dalam ruang diskusi sebenarnya. Kalau melihat kondisi anggaran daerah yang ada, sepertinya ITDBI tidak bisa dilaksanakan tahun ini,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi saat ini memprioritaskan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Anggaran yang ada diarahkan pada kebutuhan yang lebih mendasar dan menyentuh langsung warga.

“Kita lagi fokus pada hal-hal yang prinsip, yang memang berdampak pada masyarakat langsung,” tegasnya.

Jika ITDBI tidak digelar, lanjut Ipuk, anggaran yang tersedia akan dialihkan untuk sektor lain yang lebih prioritas. Meski begitu, peluang penyelenggaraan kembali tetap terbuka.

“Mudah-mudahan dengan tidak digelarnya ITDBI nanti anggaran itu bisa dianggarkan ke yang lain. Tapi tetap kita berupaya, mudah-mudahan tahun depan kita masih bisa melaksanakan kembali ITDBI,” katanya.

Di tengah efisiensi tersebut, Pemkab Banyuwangi tetap mendorong geliat pariwisata melalui konsep Banyuwangi Attraction 2026 yang lebih inklusif dan berbasis potensi lokal.

Ipuk menegaskan, arah kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada budaya semata, tetapi juga mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan.

Banyuwangi Attraction tahun 2026 ini tidak hanya sekadar budaya, tapi juga ada ekonominya, ada lingkungannya. Jadi bagaimana kita mengambil kegiatan yang bisa merangkul kekuatan SDM kita,” jelasnya.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memberi ruang lebih besar kepada desa-desa untuk menampilkan potensi unggulannya melalui berbagai atraksi lokal.

“Bagaimana Banyuwangi Attraction kali ini kita banyak memberikan ruang kepada desa-desa untuk menunjukkan potensi-potensi desanya. Jadi bukan hanya sekadar budaya, tapi juga pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan,” pungkas Ipuk.

Dengan langkah ini, Pemkab Banyuwangi berupaya tetap menjaga pergerakan ekonomi dan pariwisata, sekaligus memastikan anggaran yang ada digunakan secara tepat sasaran di tengah tekanan efisiensi.

iklan warung gazebo