Banyuwangi, seblang.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong desa dan kelurahan memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban tempat pengolahan sampah sekaligus menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.
Salah satu contoh yang dinilai berhasil adalah Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah. Melalui TPS 3R Omah Olah Sampah yang dikelola KSM Joger Blambangan, wilayah tersebut mampu mengolah hingga 2 ton sampah rumah tangga setiap hari.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan penanganan sampah.
“Bakungan ini menjadi contoh bagaimana persoalan sampah bisa diselesaikan dari tingkat kelurahan. Kuncinya ada pada kepedulian dan gotong royong warga. Ini adalah praktik baik yang bisa direplikasi di desa lain,” kata Ipuk saat meninjau TPS 3R Omah Olah Sampah, Minggu (7/6/2026).
TPS 3R tersebut saat ini melayani sekitar 3.000 warga. Setiap hari, sampah yang masuk berkisar antara 1,2 hingga 2 ton.
Menurut Plt Lurah Bakungan Prasetyo Suhartono, keberhasilan pengelolaan sampah diawali dari perubahan perilaku masyarakat.
Warga terus diedukasi untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah agar memudahkan proses pengolahan.
“Sampai sekarang terus kami edukasi. Tidak mudah, tapi harus terus dibiasakan dari skala rumah. Agar memudahkan petugas di TPS untuk mengolahnya,” ujar Prasetyo.











