Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selama ini korban kerap terlihat berjalan-jalan di sekitar kawasan rel kereta api.
Keterangan tersebut juga diperkuat oleh warga yang mengenal korban sebagai penduduk setempat. Sebelum kejadian, korban disebut beberapa kali terlihat berada tidak jauh dari lokasi perlintasan.
Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Korban setelah dievakuasi langsung diserahkan kepada pihak keluarganya,” ujar Tri Pepri.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Keputusan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang disampaikan kepada petugas.
Insiden tersebut menambah daftar kecelakaan di jalur kereta api Banyuwangi. Warga diimbau untuk tidak beraktivitas di area rel serta meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga yang memerlukan perhatian khusus agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.////////











