“Jadi, saya melihat banyak kesamaan antara Selandia Baru dan Banyuwangi, dan saya rasa acara ini sangat tepat. Kita bisa saling belajar satu sama lain,” ujarnya.
Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi ASEAN-ID Blue karena dinilai berhasil mengelola potensi laut secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan laut di Banyuwangi tidak hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peran aktif warga dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.
“Apa yang dilakukan Banyuwangi menjadi contoh baik bagi daerah-daerah lain di Indonesia, dan juga negara-negara yang hadir dalam forum ini. Kita juga bisa saling bertukar pengalaman dan pikiran,” kata Wulan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah forum internasional tersebut.
Menurut Ipuk, forum ASEAN-ID Blue menjadi momentum penting untuk memperkuat pengelolaan sektor kelautan Banyuwangi sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai negara dalam mengembangkan ekonomi biru.
“Forum ini sangat bagus untuk memperkuat Banyuwangi dalam pengelolaan laut. Apalagi Banyuwangi memiliki garis pantai yang panjang,” kata Ipuk.//////










