Wamentan Minta HKTI Jatim Aktif Kawal Program Pertanian, Jangan Berhenti di Seremoni Pelantikan

by -5 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono (kanan) yang juga Ketua Umum HKTI saat memberikan bantuan pada Ketua HKTI Kabupaten Malang, Mahrus Sholeh
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Malang, seblang.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dr. Sudaryono, menegaskan pelantikan pengurus HKTI se-Jawa Timur harus menjadi momentum awal untuk memperkuat pendampingan kepada petani, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pesan tersebut disampaikan Sudaryono saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Jawa Timur dalam kegiatan Temu Tani yang digelar di area persawahan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).

Sudaryono meminta seluruh pengurus HKTI menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengawal berbagai program pertanian sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari distribusi pupuk bersubsidi, irigasi, hingga peningkatan produktivitas.

“HKTI jangan hanya berhenti pada pelantikan. Pengurus harus menjadi mata, telinga, dan corong pemerintah agar program pertanian benar-benar dirasakan petani,” tegas Sudaryono.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui kemudahan akses pupuk bersubsidi serta menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan petani. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Ketua HKTI Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh, menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah, kelompok tani (Poktan), dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dalam mengawal berbagai program pertanian di daerah.

“Kalau ada persoalan di lapangan, seperti distribusi pupuk yang belum lancar, HKTI harus ikut membantu mencarikan solusi agar hak petani benar-benar terpenuhi,” ujar Makhrus.

Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional. Selain mencatat surplus produksi padi, daerah ini juga menjadi salah satu sentra benih jagung terbesar di Indonesia.

Potensi tersebut, lanjut Makhrus, perlu terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, HKTI, dan para petani agar produktivitas meningkat sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.//////////

iklan warung gazebo