Banyuwangi, seblang.com – Kopi specialty Banyuwangi mulai dilirik pasar Filipina. Sembilan calon buyer dari negara tersebut datang langsung ke Banyuwangi untuk mencicipi kopi lokal sekaligus menjajaki peluang kerja sama pasokan.
Kunjungan yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila bersama pengurus pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menjadi bagian dari upaya memperluas pasar kopi Indonesia ke luar negeri.
Para buyer tidak hanya mencicipi produk kopi Banyuwangi. Mereka juga bertemu produsen lokal hingga mengunjungi perkebunan untuk melihat langsung proses produksi dan potensi pasokan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif penjajakan bisnis tersebut. Menurutnya, kedatangan calon pembeli dari Filipina membuka kesempatan bagi petani dan pelaku usaha kopi lokal untuk menjangkau pasar internasional.
“Ketertarikan buyer dari Filipina ini menjadi peluang bagi kopi Banyuwangi untuk masuk pasar internasional. Kami ingin potensi yang dimiliki petani dan pelaku usaha lokal bisa bertemu dengan pasar yang tepat, sehingga terbuka kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Ipuk.
Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, terus mendorong komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga kualitas, pengolahan, dan pemasaran.
Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Manila, Lindi Mahesi, mengatakan Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang untuk pertama kalinya masuk dalam agenda promosi kopi specialty Indonesia di Filipina tahun ini.
Pihaknya sengaja membawa calon buyer agar mereka bisa mengenal langsung karakter kopi sekaligus bertemu dengan produsen di daerah.
“Kami mendengar Banyuwangi memiliki kopi specialty berkualitas yang bisa dipromosikan. Karena itu, kami membawa buyer dari Filipina agar bisa bertemu langsung dengan produsen kopi di sini,” kata Lindi.
Selama kunjungan, sembilan buyer mengikuti sejumlah agenda, mulai dari business matching, pengujian rasa kopi (coffee testing), hingga coffee cupping bersama produsen lokal di Omah Kopi Kalipuro. Mereka juga diajak melihat perkebunan kopi di kawasan PTPN.












