Bupati Ipuk Dorong Kelurahan Kelola Sampah Mandiri, Bakungan Jadi Contoh

by -12 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Dari total sampah yang masuk, sekitar dua kuintal sampah organik diolah menjadi maggot, kompos, dan pupuk organik cair.

Hasil budidaya maggot kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ayam, bebek, dan lele yang dikelola kelompok masyarakat. Sebagian juga dijual kepada warga.

Ipuk menjelaskan, model pengelolaan seperti di Bakungan menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah Banyuwangi yang mengedepankan penyelesaian di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan pola tersebut, hanya sampah residu yang dikirim ke fasilitas pengolahan skala besar milik pemerintah daerah.

“Seperti di Bakungan ini, sampah organik sudah selesai diolah di sini. Yang dikirim ke Balak hanya residunya. Semakin banyak desa dan kelurahan yang mampu mengelola sampah sendiri, semakin ringan beban sistem pengolahan sampah daerah,” kata Ipuk.

Selain pengolahan sampah, Bakungan juga mengembangkan bank sampah digital melalui aplikasi Abank Sayang. Saat ini sekitar 140 warga tercatat sebagai nasabah aktif yang menabung sampah dan memperoleh nilai ekonomi dari hasil pemilahan sampah rumah tangga.

Pemkab Banyuwangi sendiri telah mengembangkan sejumlah fasilitas pengolahan sampah terpadu, di antaranya TPS3R Balak di Songgon, TPS Tembokrejo di Muncar, dan TPS3R Kareta yang sedang dibangun.

Keberadaan pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa dan kelurahan diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem persampahan yang berkelanjutan di Banyuwangi. (*)

iklan warung gazebo