BPSDM Jatim Tutup Pelatihan Service Excellence: Nakes Harus Kompeten, Empatik, dan Terus Belajar

by -6 Views
Wartawan: Adi Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P. Resmi menutup Rangkaian Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan "Service Excellence " Prov.Jatim di Kampus BPSDM Prov.Jatim di Malang.
aston banyuwangi

Surabaya, seblang.com – Rangkaian Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan bertajuk Service Excellence Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 resmi ditutup di Kampus BPSDM Provinsi Jawa Timur, Malang, Jumat (24/7/2026).

Penutupan dilakukan langsung oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P. Dalam sambutannya, Ramliyanto menekankan pentingnya menumbuhkan budaya belajar berkelanjutan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pengembangan kompetensi ASN tidak cukup hanya melalui pelatihan formal. Kita membutuhkan pengalaman belajar yang menyenangkan, relevan, dan mampu mendorong perubahan perilaku,” ujarnya.

Untuk itu, BPSDM Jatim menerapkan pendekatan Joyful Learning, yaitu konsep pembelajaran yang mengedepankan proses belajar secara interaktif, kolaboratif, dan bermakna. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan terdorong untuk terus belajar, berinovasi, serta mengimplementasikan kompetensi baru dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ramliyanto juga menyoroti peran strategis tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan publik. Menurutnya, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, empati, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat.

“Pelayanan prima lahir dari perpaduan kompetensi profesional dan sikap melayani yang berorientasi pada kebutuhan pasien,” tegasnya.

Semangat tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang menegaskan bahwa setiap ASN wajib mengembangkan kompetensinya secara berkelanjutan agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, serta kebutuhan organisasi.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya dibekali konsep service excellence, tetapi juga diajak memahami bahwa kualitas layanan kesehatan sangat ditentukan oleh pengalaman masyarakat saat menerima pelayanan. Kecepatan, keramahan, profesionalisme, serta kemampuan memahami kebutuhan pasien menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

Mengusung tema “Beyond Service Excellence: Kompetensi dan Empati Serasi dalam Aksi”, pelatihan ini menjadi pengingat bahwa layanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya lahir dari kecakapan teknis, tetapi juga dari kepedulian, empati, dan komitmen untuk terus berkembang.

BPSDM Provinsi Jawa Timur berharap seluruh peserta membawa semangat Joyful Learning ke unit kerja masing-masing. Menurut Ramliyanto, proses belajar tidak berhenti ketika pelatihan berakhir, melainkan harus menjadi bagian dari budaya kerja.

“Dengan bekal ini, para tenaga kesehatan diharapkan kembali bertugas sebagai pelayan masyarakat yang kompeten, humanis, dan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (*/ady)

iklan warung gazebo