Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Bangkit lewat Program PEKA

by -3 Views
Wartawan: Hadi Sucipto
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Sidoarjo, seblang.com – BPJS Ketenagakerjaan mengubah cara pandang terhadap manfaat jaminan sosial. Santunan yang selama ini identik sebagai bantuan saat risiko terjadi kini diarahkan menjadi modal membangun kemandirian ekonomi keluarga pekerja melalui pendekatan Value Beyond Protection.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi BPJS Ketenagakerjaan dalam Rencana Strategis 2027–2031. Fokusnya tidak lagi sekadar menyalurkan manfaat, melainkan memastikan keluarga peserta mampu bangkit, kembali produktif, dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial kini diukur dari dampak yang dirasakan keluarga peserta setelah risiko terjadi.

Hari ini kami menghadirkan pelatihan pemberdayaan bagi 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja di wilayah Surabaya Raya. Kami ingin memastikan perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut melalui peningkatan kapasitas agar ahli waris mampu bangkit, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Saiful dalam kegiatan di Sidoarjo.

Menurutnya, santunan tidak semestinya hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi modal membangun usaha. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) yang memberikan pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pemasaran digital.

“Negara harus hadir tidak hanya ketika risiko terjadi, tetapi juga setelahnya. Kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan memiliki kesempatan untuk bangkit, kembali produktif, dan mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan,” katanya.

Program PEKA merupakan implementasi strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni Coverage, Care, dan Credibility. Melalui pilar Care, manfaat perlindungan diperluas menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja secara berkelanjutan.

Program tersebut mengusung konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit. Tahapan itu dirancang agar peserta memperoleh keterampilan, mampu membangun usaha yang produktif, hingga menghasilkan pendapatan yang berkesinambungan.

Pelaksanaan di Sidoarjo menjadi soft launching Program PEKA. Sebanyak 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari lima kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan mengikuti pelatihan bertema Membangun Daya Tarik Produk melalui Kemasan dan Promosi Digital yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat JKK, JKM, dan beasiswa secara simbolis kepada tiga ahli waris dengan total nilai hampir Rp967 juta.

Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, menilai transformasi layanan tersebut menunjukkan kehadiran negara yang tidak berhenti pada pemenuhan hak peserta, tetapi juga mendampingi keluarga agar mampu mandiri secara ekonomi.

Ia mengapresiasi komitmen BPJS Ketenagakerjaan yang menghadirkan literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan usaha bagi ahli waris.

“Program seperti ini perlu terus diperluas karena memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, kesejahteraan keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Komitmen tersebut juga tercermin dari meningkatnya penyaluran manfaat. Hingga Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur telah menyalurkan manfaat sebesar Rp3,8 triliun kepada 331.199 penerima manfaat. Sementara secara nasional, hingga Mei 2026, manfaat yang telah dibayarkan mencapai Rp29,53 triliun kepada lebih dari 2,3 juta penerima manfaat, disertai penyaluran beasiswa bagi 61.661 anak peserta.

Semangat pemberdayaan melalui Program PEKA tidak hanya diterapkan di Surabaya Raya, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi BPJS Ketenagakerjaan di berbagai daerah, termasuk Banyuwangi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi, Ocky Olivia, mengatakan Program PEKA merupakan upaya nyata membangun produktivitas dan kemandirian ahli waris melalui pelatihan kewirausahaan.

“Program ini membekali ahli waris dengan keterampilan kewirausahaan guna memastikan kemandirian ekonomi keluarga pekerja secara berkelanjutan,” kata Ocky.

Melalui pendekatan Value Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan perlindungan sosial tidak hanya memberikan rasa aman saat risiko terjadi, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu melahirkan keluarga pekerja yang tangguh, produktif, mandiri, dan sejahtera.//////////

iklan warung gazebo