PD Jasa Yasa Malang Tegaskan Loket Tiket Pantai Ngliyep dan Pasir Panjang Tetap Terpisah

by -5 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Plt Kepala Unit Pantai Ngliyep, Arifin
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Malang, seblang.com – PD Jasa Yasa Kabupaten Malang menegaskan sistem penarikan tiket di kawasan wisata Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang tetap dilakukan berdasarkan destinasi yang dipilih wisatawan. Kebijakan tersebut dinilai lebih adil karena pengunjung hanya membayar tiket untuk lokasi yang benar-benar akan dikunjungi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pengelola Pantai Ngliyep, Arifin, menjelaskan bahwa penerapan sistem tersebut merupakan hasil kesepakatan yang telah dibahas dalam rapat sebelumnya. Menurutnya, sistem lama yang mewajibkan wisatawan membayar dua tiket sekaligus berpotensi merugikan pengunjung.

“Tujuannya untuk memberikan rasa keadilan kepada pengunjung. Wisatawan hanya dikenakan tarif sesuai tempat wisata yang akan dikunjungi,” ujar Arifin saat memberikan klarifikasi kepada awak media di kawasan Pantai Ngliyep, Sabtu (30/5/2026).

Dalam skema yang berlaku saat ini, wisatawan yang hendak menikmati Pantai Ngliyep hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp7.500. Sementara itu, pengunjung yang menuju Pantai Pasir Panjang cukup membayar tiket sesuai destinasi yang dituju tanpa harus membeli tiket untuk kawasan wisata lainnya.

Arifin menjelaskan, pada sistem sebelumnya pengunjung yang masuk melalui satu loket diwajibkan membayar dua tiket sekaligus, yakni tiket Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang masing-masing sebesar Rp7.500, sehingga total biaya yang harus dibayarkan mencapai Rp15.000.

“Dulu satu loket, dua tiket langsung dibebankan kepada pengunjung. Tiket Ngliyep Rp7.500 dan tiket Pasir Panjang Rp7.500 sehingga total Rp15.000. Padahal belum tentu pengunjung datang ke kedua pantai tersebut,” jelasnya.

Karena itu, PD Jasa Yasa memandang sistem pembayaran berdasarkan tujuan wisata sebagai langkah yang lebih transparan sekaligus memberikan kepastian kepada wisatawan terkait biaya yang harus dibayarkan saat berkunjung ke kawasan wisata Malang Selatan.

Selain persoalan tarif, Arifin juga meluruskan polemik mengenai lokasi penarikan tiket yang selama ini menjadi perdebatan. Ia menegaskan bahwa area loket di bagian atas kawasan wisata bukan merupakan wilayah pengelolaan PD Jasa Yasa maupun kawasan Pantai Pasir Panjang.

“Secara administratif, lokasi di atas itu bukan wilayah Jasa Yasa dan bukan wilayah Pasir Panjang, melainkan masih dalam penguasaan Pemerintah Kabupaten Malang,” tegasnya.

Menurut Arifin, PD Jasa Yasa telah memindahkan loket Pantai Ngliyep ke wilayah yang menjadi kewenangan pengelola sehingga penarikan tiket dilakukan sesuai batas administrasi yang jelas.

“Loket Ngliyep sudah dipindahkan ke wilayahnya sendiri. Jadi kami hanya memungut tiket dari pengunjung yang memang akan masuk ke Pantai Ngliyep,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengingatkan seluruh pengelola wisata agar melakukan penarikan tiket di wilayah masing-masing. Bahkan, PD Jasa Yasa juga telah menerbitkan edaran kepada wisatawan agar menolak apabila diminta membayar tiket Pantai Pasir Panjang saat hendak berkunjung ke Pantai Ngliyep melalui jalur yang bukan menjadi kewenangan pengelola tersebut.

Di sisi lain, PD Jasa Yasa menegaskan komitmennya terhadap tata kelola wisata yang transparan melalui penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing. Sistem tersebut telah diterapkan sejak lama untuk memudahkan pengawasan sekaligus mencegah praktik pungutan liar.

“E-ticket sudah lama kami terapkan untuk menghindari pungli dan memudahkan pengawasan hingga tingkat pusat,” kata Arifin.

Meski sejumlah pihak menginginkan sistem satu loket kembali diberlakukan, PD Jasa Yasa tetap berpandangan bahwa mekanisme pembayaran berdasarkan destinasi merupakan solusi yang paling adil bagi wisatawan. Dengan sistem tersebut, pengunjung tidak lagi dibebani biaya untuk lokasi wisata yang tidak mereka kunjungi, sekaligus menciptakan transparansi dalam pengelolaan pendapatan sektor pariwisata daerah.///////

iklan warung gazebo