Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, menyebut kolaborasi tersebut memberi manfaat ganda. Selain menjadi sarana edukasi bagi petani, kegiatan itu juga memperkuat pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Kami sangat berterima kasih atas penunjukan SAE Paswangi ini. Tidak hanya kelompok tani luar, ilmu dari para penyuluh juga otomatis terserap oleh warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi di sini,” ujar Solichin.
Menurutnya, program tersebut selaras dengan tujuan awal pembentukan SAE Paswangi, yakni menciptakan warga binaan yang memiliki keterampilan produktif sebelum kembali ke masyarakat.
“Harapannya saat mereka bebas nanti, mereka punya bekal keterampilan nyata di bidang pertanian maupun perikanan,” pungkasnya.











