Iwan Budi Prasetiya, Ketua Sanggar Seni Budaya Sugeng Santoso, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk syiar di kancah internasional sekaligus wujud bakti kepada guru dan ajaran yang telah diwariskan.
“Ini adalah bentuk lanjutan syiar PSHWTM di Benua Biru. Keberangkatan bersama dari Kota dan Kabupaten Madiun sebagai satu delegasi membuat langkah ini terasa sangat bermakna,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
“Ini kebanggaan luar biasa. Saat wakil kami tampil di Eropa, sebutan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat terbukti bukan sekadar slogan, melainkan identitas yang benar-benar hidup dan mendunia,” tegasnya.
Dari pihak penyelenggara, Olivier Blancquaert, President NPSF, menjelaskan alasan pihaknya mengundang delegasi Indonesia.
“Kali ini kami membalik keadaan. Jika biasanya pesilat Eropa yang datang ke Indonesia, kini kami mengundang guru-guru dari Indonesia untuk mengisi akhir pekan istimewa di Belanda dengan lokakarya dan peragaan autentik,” jelas Olivier.
Joened Agung Sumarwan, Ketua Koordinator Delegasi Indonesia dari Naine Visual Productions, menekankan pentingnya keragaman dalam pencak silat Indonesia.
“Tugas kami adalah memastikan Indonesia hadir secara utuh. Perbedaan aliran dari Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Madiun justru menunjukkan betapa kayanya pencak silat Indonesia karena tumbuh dari banyak akar,” katanya.
Selama lima hari, rangkaian acara mencakup FGD kemitraan strategis, penandatanganan MoU kerja sama kebudayaan, hingga kunjungan kehormatan ke KBRI di Den Haag.
Kehadiran delegasi Indonesia tersebut menempatkan pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga sebagai instrumen diplomasi budaya yang kuat.
Bagi PSHWTM, pencak silat merupakan olah jiwa dan pikiran untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Prinsip adiluhung dan edipeni—luhur nilainya dan indah wujudnya—inilah yang kini disyiarkan kepada dunia.
Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa dari Madiun, kedamaian dan keindahan budaya Nusantara dapat dirasakan oleh masyarakat global. Penulis: Puguh Setiawan










