Malang, seblang.com – Target produktivitas rata-rata 10 ton per hektare menjadi sasaran pengembangan Padi Sukma, varietas padi yang ditemukan petani di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Target tersebut bukan tanpa dasar. Dalam pengujian, Padi Sukma disebut pernah menghasilkan produksi tertinggi hingga 14 ton per hektare. Catatan tersebut menjadi salah satu alasan varietas lokal itu terus dikembangkan setelah memperoleh Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra, mengatakan pihaknya kini fokus menyiapkan benih sumber sebelum varietas tersebut diperbanyak dan nantinya disebarluaskan kepada petani.
“Alhamdulillah, Padi Sukma sudah keluar SK Pelepasan Varietas dari Kementerian Pertanian dan saat ini kami sedang menyiapkan benih sumber. Benih sumber ini nantinya akan kita gandakan dan siapkan untuk disebarkan,” ujar Avicenna kepada awak media, Rabu (16/9/2026).
Produktivitas Padi Sukma tersebut cukup menonjol jika dibandingkan dengan rata-rata produksi padi di Kabupaten Malang yang selama ini berada di kisaran 7 ton per hektare. Sementara produktivitas padi secara nasional dan Jawa Timur disebut sekitar 5,2 ton per hektare.
“Padi ini ditemukan di Kabupaten Malang dan produksinya luar biasa. Tertinggi sudah mencapai 14 ton. Rata-rata Kabupaten Malang selama ini sekitar 7 ton, sedangkan nasional dan Jawa Timur 5,2 ton,” kata Avicenna.
Meski memiliki catatan produksi tinggi, Pemkab Malang masih perlu memastikan performa Padi Sukma tidak hanya bagus dalam satu kali pengujian. Konsistensi produktivitas dan kualitas benih menjadi bagian penting sebelum varietas tersebut dikembangkan dalam skala lebih luas.
Avicenna mengungkapkan, Padi Sukma memiliki umur tanam sekitar 115 hari. Pengujian lanjutan masih diperlukan untuk melihat kestabilan varietas ketika ditanam berulang kali dalam beberapa musim dan pada kondisi lahan yang berbeda.
“Ini masih kita teliti karena belum sampai ke tahap itu. Namun, menurut pengalaman teman-teman, varietas ini masih cukup stabil dan bagus. Penurunannya tidak terlalu banyak,” jelasnya.










