Tak hanya itu, para aparatur sipil negara (ASN) Banyuwangi diminta menjadi contoh bagi masyarakat dalam mendukung gerakan sadar data.
“Jika menerima kunjungan petugas sensus, berikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya,” pesan Ipuk.
Di hadapan ratusan petugas sensus, Ipuk juga menyampaikan apresiasi atas tugas yang akan mereka jalankan. Menurutnya, pekerjaan para petugas tidak sekadar mencatat angka statistik, melainkan turut menyiapkan pijakan pembangunan masa depan.
“Saudara sedang membantu menyiapkan fondasi bagi masa depan pembangunan daerah dan bangsa. Selamat bertugas dan jalankan tugas dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ipuk juga memanfaatkan momentum Hari Kesadaran Nasional untuk mengingatkan ASN agar terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, memperkuat semangat pelayanan, serta membangun budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.
“Mari kita satukan langkah, satukan energi, dan satukan tekad. Dengan semangat Banyuwangi ASRI dan spirit Tandang Bareng, kita hadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Upacara tersebut turut diikuti secara daring oleh kepala desa, Satkorwilkerdik, guru dan kepala sekolah se-Banyuwangi. Hadir pula Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan serta Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam.
Selain pencanangan Sensus Ekonomi 2026, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan alat usaha bagi pelaku UMKM serta bantuan dari Baznas Banyuwangi berupa kursi roda, bantuan biaya pengobatan, modal usaha, hingga beasiswa pendidikan.










