Balai Desa Patemon Jember Ditutup, Warga Gagal Urus Administrasi dan Desak Pemerintah Segera Bertindak

by -4 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Salah seorang warga yang datang ke Kantor Balai Desa Patemon Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Jember, seblang.com – Aktivitas pelayanan publik di Balai Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, mendadak terhenti setelah kantor desa tersebut ditutup dan digembok pada Kamis (18/6/2026).

Kondisi ini membuat sejumlah warga yang datang untuk mengurus dokumen administrasi harus pulang tanpa mendapatkan layanan.

Salah satunya Ayu Nur Faradisa. Ia datang sejak pagi untuk mengurus revisi Kartu Keluarga (KK) yang diperlukan anaknya untuk proses daftar ulang sekolah. Namun, saat tiba di lokasi, kantor desa sudah dalam keadaan terkunci dan tidak ada pelayanan yang berlangsung.

“Saya datang sekitar pukul 07.30 WIB untuk revisi KK karena anak saya mau daftar ulang sekolah. Ternyata kantor sudah ditutup, padahal kebutuhan administrasi ini mendesak,” ujar Ayu saat ditemui di Balai Desa Patemon.

Menurut Ayu, penutupan kantor desa sangat menyulitkan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan layanan administrasi secara cepat. Jika harus mengurus ke kantor kecamatan, warga harus menempuh jarak yang lebih jauh.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan penutupan kantor desa merupakan bentuk protes yang dilakukan perangkat desa bersama sejumlah unsur masyarakat terhadap Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon, Mujiono.

Tokoh masyarakat Patemon, Indrar Zainal Hamzah, mengatakan aksi tersebut dilakukan setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi belum membuahkan hasil. Mulai dari Musyawarah Desa (Musdes), audiensi, hingga mediasi dengan pihak kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), menurutnya belum menghasilkan keputusan yang jelas.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi dan pernah dijanjikan akan ada evaluasi dalam waktu tiga bulan. Namun hingga sekarang belum ada kepastian,” kata Zainal.

Ia menyebut terdapat sejumlah persoalan yang menjadi keluhan warga selama masa kepemimpinan Pj Kepala Desa, mulai dari kendala operasional kantor desa hingga persoalan administrasi dan pelayanan masyarakat.

Karena itu, warga meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap jabatan Pj Kepala Desa agar situasi pemerintahan desa kembali kondusif dan pelayanan publik dapat berjalan normal.

Sementara itu, Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, mengaku telah menerima laporan terkait penghentian sementara pelayanan di Desa Patemon. Pihak kecamatan, kata dia, telah meminta Pj Kepala Desa untuk segera melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

“Kami sudah menginstruksikan agar dilakukan komunikasi dengan perangkat desa, BPD, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas supaya pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan,” ujarnya.

Rifendi menambahkan, aspirasi masyarakat terkait evaluasi Pj Kepala Desa akan menjadi bahan pertimbangan oleh pihak yang berwenang. Ia berharap seluruh pihak mengedepankan dialog sehingga persoalan yang terjadi tidak semakin berdampak kepada masyarakat.

“Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, kami berharap pelayanan publik kepada masyarakat dapat kembali normal,” tuturnya.

Hingga Kamis siang, Balai Desa Patemon masih dalam keadaan tertutup. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian agar pelayanan administrasi desa kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terlayani.///////

iklan warung gazebo