Situbondo, seblang.com – Komandan Pos TNI AL (Danposal) Panarukan meninjau keberadaan pipa misterius di perairan Desa Banyuglugur, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jumat (19/6/2026). Dalam pengecekan tersebut, petugas menemukan dua pipa berukuran besar yang diduga berasal dari salah satu perusahaan yang berada di kawasan Pantura Banyuglugur.
Pantauan seblang.com, anggota TNI AL bersama personel intelijen menyisir kawasan pantai melalui area wisata Utama Raya. Untuk mencapai lokasi pipa yang berjarak sekitar dua kilometer dari bibir pantai, petugas harus menggunakan perahu. Setibanya di lokasi, anggota TNI AL langsung mendokumentasikan kondisi pipa sebagai bahan penyelidikan.
“Memang ada pipa paralon di lokasi, tetapi kami tidak menemukan bukti adanya pembuangan limbah seperti yang terlihat dalam video yang beredar,” ujar Danposal Panarukan, Letnan Satu (PM) Didin Abidin.

Didin menjelaskan, pemantauan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dan pemberitaan terkait keluhan nelayan mengenai keberadaan pipa yang diduga digunakan sebagai sarana pembuangan limbah.
“Kami turun langsung karena wilayah yang dikeluhkan masuk dalam area tugas kami. Selain itu, ini merupakan bentuk respons cepat terhadap keluhan para nelayan,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pasalnya, pada pemantauan awal tersebut petugas belum dapat menelusuri pangkal pipa hingga ke bibir pantai karena terhalang lebatnya vegetasi mangrove.
“Perkiraan kami, jarak dari ujung pipa ke bibir pantai sekitar 400 meter. Untuk mengetahui sumber pipa ini, kami membutuhkan waktu. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam,” ujarnya.
Didin juga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo segera turun tangan untuk melakukan peninjauan. Menurutnya, instansi tersebut memiliki kewenangan dan kompetensi untuk memastikan apakah pipa tersebut digunakan untuk membuang limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
“Namun, dari penilaian awal kami, pemasangan pipa ini sudah jelas menyalahi aturan karena mengganggu aktivitas nelayan saat melintas di perairan tersebut,” tegasnya.
Klarifikasi Pihak Perusahaan
Sementara itu, perwakilan PT Fuyuan, Elfira, membenarkan bahwa pipa yang terlihat dalam video viral tersebut merupakan milik perusahaannya. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon.
Elfira menjelaskan, kondisi air keruh yang terlihat dalam video tersebut terjadi sekitar lima tahun lalu ketika perusahaan melakukan pembersihan saluran.
“Saat ini pengelolaan limbah kami sudah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pipa tersebut masih digunakan untuk membuang air bekas pencucian rumput laut sesuai kajian teknis yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Elfira, secara teknis ujung pipa telah ditenggelamkan, namun bagian tengahnya masih mengapung di permukaan laut. Bahkan sebelum video tersebut viral, pihak perusahaan telah berupaya menenggelamkan seluruh bagian pipa, tetapi kembali terangkat ke permukaan.
Ke depan, PT Fuyuan berkomitmen untuk menenggelamkan kembali seluruh bagian pipa agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun nelayan di laut.
“Kami masih mengupayakan solusi teknis agar seluruh bagian pipa dapat tenggelam secara sempurna,” pungkas Elfira./////////










