Banyuwangi, seblang.com – Tepat pada 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah, warga Dukuh Kedawung, Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, menggelar tradisi Tumpeng dan Takir Sewu, Selasa (16/6/2026).
Usai salat zuhur sekitar pukul 14.00 WIB, tumpeng raksasa yang dihiasi hasil bumi dan aneka makanan khas kenduri, yang dibuat secara gotong royong dan swadaya oleh masyarakat, dikirab menuju tiga lokasi yang dianggap memiliki nilai historis dan spiritual oleh warga setempat.
Lokasi pertama adalah Mata Air Sumbersari. Sumber mata air ini dipercaya tidak pernah kering meski musim kemarau melanda. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, tempat tersebut dahulu merupakan lokasi pemandian para putri kerajaan. Dari lokasi ini, warga mengambil air untuk dibawa ke titik berikutnya.
Selanjutnya, rombongan bergerak dari timur menuju barat ke makam Mbah Gitik. Di lokasi tersebut, air yang diambil dari Mata Air Sumbersari disiramkan ke bunga yang berada di area makam. Menurut kepercayaan masyarakat, Mbah Gitik merupakan pusaka cemeti yang dihormati warga setempat.
Setelah itu, warga melanjutkan kirab menuju titik ketiga, yakni area pemakaman yang dipercaya sebagai makam Prabu Tawang Alun dan Mbah Darwi. Di lokasi ini, tumpeng dan takir sewu didoakan bersama sebelum kemudian disantap dan dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Tak hanya warga setempat, masyarakat dari luar desa juga turut memperoleh bagian dari tumpeng dan takir yang telah dikirab. Warga meyakini tradisi tersebut membawa berkah bagi siapa saja yang mengikutinya.
“Alhamdulillah kegiatan tahunan ini berjalan lancar,” ujar Kepala Desa Sraten, H. Arief Rachman Mulyadi, usai kegiatan.
Menurut Arief, tradisi tersebut pertama kali digelar pada 2014 dan mulai masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival pada 2024. Ia menambahkan, setiap kali warga menggelar hajatan, mereka biasanya melakukan selamatan di area makam tersebut dengan harapan acara yang dilaksanakan berjalan lancar.
“Menurut kepercayaan warga, jika tidak pamit atau menggelar selamatan di sini, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga melalui kegiatan ini masyarakat Sraten selalu dalam lindungan-Nya dan senantiasa diberikan keberkahan,” harapnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Cluring, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, perwakilan Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, serta tokoh masyarakat setempat.//////////










