Pesantren Tegaskan Dukungan Program Pemerintah, MPDI Soroti Kemandirian Koperasi dan Pemberdayaan Umat

by -4 Views
Wartawan: Achmad Soeseno
Foto : Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi'i bersama seluruh peserta sarasehan nasional Majelis Pesantren Dakwah Islam di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Asrikaton Pakis Kabupaten Malang
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Malang, Seblang.com Kalangan pesantren menegaskan komitmennya mendukung berbagai program strategis pemerintah, mulai dari penguatan koperasi hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan tersebut mengemuka dalam penutupan Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026).

Sekretaris Umum KH. Abdurrahman A.H. menegaskan bahwa sejumlah program yang kini menjadi prioritas pemerintah sejatinya telah lama dijalankan di lingkungan pesantren. Salah satunya adalah pengembangan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

“Koperasi bukanlah sesuatu yang baru bagi pesantren, bahkan kami telah membangunnya jauh sebelum program-program unggulan pemerintah saat ini diluncurkan,” ujar Abdurrahman.

Menurutnya, program penguatan koperasi maupun MBG memiliki keselarasan dengan fungsi utama pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pesantren siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas manfaat program-program tersebut di tengah masyarakat.

“Kami menyambut dengan sangat baik hadirnya program-program pemerintah seperti MBG dan penguatan koperasi, karena hal itu semakin memperkuat peran strategis pesantren,” katanya.

Abdurrahman menilai sinergi antara pemerintah, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam pembangunan nasional. Dengan jaringan pesantren yang tersebar luas, berbagai program pemberdayaan diyakini dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh masyarakat hingga tingkat akar rumput.

“Kami optimistis, dengan dukungan dan sinergi yang baik, pesantren akan semakin besar perannya dalam pembangunan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan perjuangan yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Menurutnya, sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era pembangunan saat ini, pesantren selalu hadir sebagai bagian penting dalam menjaga nilai keagamaan, kebangsaan, dan persatuan nasional.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan perjuangan yang sejak dahulu satu napas dengan perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, hingga mengisi kemerdekaan saat ini,” ujarnya.

Ia menyebut keberadaan lebih dari 40 ribu pesantren dengan sekitar 10 juta santri menjadi kekuatan besar bangsa yang terus berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan. Banyak alumni pesantren saat ini juga telah menempati posisi strategis di berbagai bidang.

Wamenag juga menyoroti konsistensi pesantren dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Menurutnya, ketiga fungsi tersebut menjadi alasan pesantren tetap dipercaya masyarakat dan terus berkembang hingga sekarang.

Penutupan Sarasehan Nasional MPDI 2026 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pesantren dalam mendorong pembangunan nasional berbasis nilai keagamaan, kemandirian ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan dukungan regulasi dan sinergi yang semakin kuat, pesantren diharapkan mampu memperluas perannya sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak pembangunan umat.

iklan warung gazebo