Ngalap Berkah, Warga Desa Alasmalang Banyuwangi Gelar Tradisi Kebo-Keboan

by -6 Views
Wartawan: M Yudi Irawan
Editor: Herry W. Sulaksono
Visualisasi Dewi Sri memberkati manusia kerbau dalam ritual Kebo-Keboan di Desa Alasmalang. (Yud)
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah, warga Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, menggelar ritual adat Kebo-Keboan, Minggu (28/6/2026).

Di sepanjang jalan dusun yang menjadi lokasi penyelenggaraan ritual, terpampang sejumlah poro bungkil serta gapura yang terbuat dari bambu dan janur kuning, dihiasi aneka hasil bumi.

Sebelum ritual dimulai, warga yang dipimpin sesepuh desa menggelar kenduri bersih dusun sebagai bentuk doa bersama. Kenduri tersebut dilengkapi dengan hidangan khas berupa pecel petek.

Mereka memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh warga diberikan keselamatan, keberkahan, serta dijauhkan dari segala mara bahaya.

Tak lama kemudian, lokasi ritual dibanjiri air. Dari arah barat menuju perempatan Dusun Krajan, iring-iringan Kebo-Keboan yang diperankan oleh sejumlah manusia kerbau jadi-jadian mulai bergerak. Kirab tersebut diiringi gamelan, barong, para petani lengkap dengan peralatan pertanian dan benih padi, serta visualisasi sosok Dewi Sri yang menaiki kereta kencananya.

Rombongan kemudian mengelilingi dusun ke arah utara, timur, dan selatan. Prosesi tersebut oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Ider Bumi.

Ritual ditutup dengan prosesi Ngurit, yakni menebar benih padi. Menariknya, siapa pun yang berani berebut benih padi yang telah didoakan tersebut harus bersiap berhadapan dengan manusia kerbau.

Pasalnya, para manusia kerbau akan menyeruduk, bahkan membanting siapa saja yang berusaha mengambil benih tersebut. Meski demikian, benih padi itu dipercaya membawa berkah bagi warga yang berhasil mendapatkannya.

“Kebo adalah lambang ketekunan, kesabaran, kekuatan, dan harmoni manusia dengan alam. Leluhur kita telah memahami sesuatu yang hari ini menjadi perhatian dunia, yakni bahwa manusia tidak bisa hidup melawan alam, melainkan harus hidup berdampingan dengan alam,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, saat membuka ritual tahunan tersebut.//////////

iklan warung gazebo