Banyuwangi, seblang.com – Menjelang persalinan, rasa cemas kerap dirasakan ibu hamil, terlebih jika harus menjalani operasi sesar. Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi rasa syukur bagi Rani Damayani (26), peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang merasakan pelayanan persalinan cepat, aman, dan nyaman di RS Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi.
Rani, peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas 3, melahirkan anak keduanya melalui operasi sesar pada Juli 2026 sesuai indikasi medis. Sebelumnya, ia melahirkan anak pertamanya secara normal di praktik bidan pada 2022. Menurutnya, keputusan menjadi peserta JKN sejak awal 2026 menjadi bekal penting saat menghadapi kondisi tak terduga selama kehamilan.
“Saya baru aktif menjadi peserta JKN pada awal tahun ini. Awalnya tidak menyangka harus menjalani operasi sesar, tetapi saya bersyukur sudah memiliki JKN sehingga bisa lebih tenang ketika harus menjalani persalinan di rumah sakit,” ujar Rani saat ditemui di RSNU Banyuwangi, Selasa (7/7).
Selama masa kehamilan, Rani rutin menjalani pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) di Puskesmas Kabat. Ia memperoleh berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu dan janin, pemberian vitamin, hingga pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan. Menurutnya, pemeriksaan rutin tersebut sangat membantu dalam memantau perkembangan kehamilannya.
“Setiap kontrol saya mendapatkan pelayanan yang baik. Pemeriksaan dilakukan secara rutin dan seluruh perkembangan kehamilan dijelaskan oleh tenaga kesehatan. Saya merasa lebih tenang karena kondisi saya selalu dipantau,” ungkapnya.
Menjelang persalinan, Rani menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG). Hasil pemeriksaan menunjukkan air ketuban mulai menipis dan posisi bayi masih sungsang. Berdasarkan pertimbangan medis tersebut, ia segera dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSNU Banyuwangi. Setibanya di rumah sakit, ia langsung mendapat penanganan dari tenaga kesehatan dan diputuskan menjalani persalinan melalui operasi sesar.
“Begitu sampai di IGD, saya langsung diperiksa dan ditangani. Dokter menjelaskan kondisi saya serta alasan mengapa harus dilakukan operasi sesar. Prosesnya cepat sehingga saya merasa lebih tenang karena semuanya ditangani sesuai kondisi medis saya,” katanya.
Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Rani mengaku tidak mengalami kendala berarti. Menurutnya, seluruh proses pelayanan berlangsung cepat, petugas memberikan penjelasan dengan baik, dan tidak ada perlakuan yang membedakan dirinya sebagai peserta JKN Kelas 3 dengan pasien lainnya.
“Saya sempat mendengar anggapan bahwa melahirkan menggunakan BPJS Kesehatan pelayanannya lama atau kurang nyaman. Setelah mengalaminya sendiri, ternyata tidak seperti itu. Saya tidak menunggu terlalu lama, petugasnya sigap, dan saya juga tidak merasa dibedakan dengan pasien lain. Meskipun saya peserta Kelas 3, pelayanan dan fasilitas yang saya rasakan tetap nyaman,” tutur Rani.
Atas pengalamannya tersebut, Rani mengajak para ibu hamil untuk tidak ragu memanfaatkan Program JKN sesuai prosedur yang berlaku serta rutin memeriksakan kehamilan sejak dini. Menurutnya, kepesertaan JKN yang aktif memberikan rasa aman ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk apabila persalinan harus dilakukan melalui tindakan medis sesuai indikasi dokter. (///////)










