Peningkatan Pemahaman Penyembelihan Halal: MUI, PCNU, dan JULEHA Mojokerto Jalin Kerja Sama

by -7 Views
Wartawan: Harianto
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Mojokerto, seblang.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Pemerintah Kota Mojokerto bersama MUI, PCNU, dan JULEHA Mojokerto menggelar kegiatan bimbingan, pembinaan, pendampingan, serta sosialisasi tata cara penyembelihan halal. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026, di Aula PCNU Kota Mojokerto.

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini dihadiri berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, pengurus masjid, panitia kurban, hingga masyarakat umum yang peduli terhadap kehalalan proses penyembelihan hewan kurban. Antusiasme peserta terlihat dari padatnya aula dan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.

Dalam sambutannya, KH. Muthoharun Afif selaku perwakilan MUI Kota Mojokerto menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai syariat penyembelihan halal, tidak hanya dari sisi kesehatan hewan, tetapi juga dari aspek ketentuan agama.

“Dengan pemahaman yang baik, kita dapat memastikan bahwa ibadah kurban kita sah dan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar halal, thayyib, serta bermakna secara sosial,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara tiga lembaga, yaitu:

  • MUI Kota Mojokerto yang diwakili KH. Muthoharun Afif,
  • PCNU Kota Mojokerto yang diwakili KH. Moh. Shodiqin Marzuqon,
  • JULEHA Mojokerto yang diwakili Ketua Sony Aris Mardyanto.

Kesepakatan tersebut mencakup program pendampingan teknis penyembelihan hewan kurban secara massal, pelatihan calon juru sembelih halal bersertifikat, serta penguatan pengawasan terhadap tempat-tempat pemotongan hewan di wilayah Kota Mojokerto.

Ketua JULEHA Mojokerto, Sony Aris Mardyanto, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut.

“Kami siap menurunkan tim terlatih untuk mendampingi masyarakat di lapangan, terutama menjelang Iduladha, agar setiap prosesi penyembelihan sesuai standar halal dan mampu meminimalkan risiko kesehatan hewan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan demonstrasi tata cara penyembelihan halal yang benar, mulai dari membaca basmalah, menggunakan alat sembelih yang tajam, hingga memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum disembelih. Para peserta juga menerima buku panduan singkat sebagai bekal pelaksanaan kurban di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Mojokerto semakin memahami pentingnya proses penyembelihan halal sehingga pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lebih tertib, sesuai syariat, serta menghasilkan daging yang berkualitas dan penuh keberkahan. (hari)

iklan warung gazebo