Madiun, seblang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memberikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan Manaqib Kubro Se-Jawa Timur dan Pengajian Umum Jam’iyyah Thoriqoh Al-Quadiriyah Wan-Naqsabandiyyah (JATQAN) – PPRU Kencong. Kegiatan religius yang berpusat di Masjid Agung Quba, Caruban, Kabupaten Madiun ini di ikuti ribuan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur, Rabu (1/7/2026) malam.
Kegiatan akbar yang diselenggarakan bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Madiun yang ke-458 ini terasa sangat istimewa. Kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah tersebut diharap mampu membawa berkah, kedamaian serta sinergi spiritual yang besar bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Madiun.
Dalam sambutanya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dipilihnya Masjid Agung Quba, ikon kebanggaan Kabupaten Madiun sebagai tempat pelaksanaan agenda besar ini. Bupati juga memberikan penghormatan mendalam kepada para ulama, kiai, dan jamaah yang hadir.
“Pemerintah daerah telah berikhtiar dan berharap, dengan dukungan doa dari para jamaah, visi Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) dapat segera terwujud. Semoga Kabupaten Madiun menjadi daerah yang , Baldatun Toyyibatun Warobbun Gofur (negeri yang baik, aman, dan pengampun),” kata Bupati Hari Wuryanto.
Kegiatan akbar tersebut dihadiri oleh tokoh besar yakni, Romo Kiai Haji Jauhar Nehru (Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kencong, Kediri) dan Romo Kiai Haji Dr. Masrihan Asy’ari dari Mojokerto kedua ulama tersebut hadir untuk memberikan tausiyah.
Bupati juga memanfaatkan momen suci ini untuk memohon doa, khususnya hadiah Al-Fatihah, dari seluruh jemaah untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Madiun. Doa tersebut dipanjatkan agar para ASN senantiasa diberikan kelancaran dalam melayani masyarakat, menjaga kerukunan, serta mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Madiun.
Selain menjadi ruang syiar keagamaan, kegiatan yang diinisiasi oleh jemaah Al-Khidmah ini terbukti membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal di sekitar Caruban.
Berdasarkan data di lapangan, jemaah yang hadir diperkirakan mencapai hampir 12.000 orang dari berbagai wilayah di Jawa Timur, hingga membuat area masjid meluber sampai ke kawasan alun-alun.
Bupati Madiun mengaku bahwa perputaran ekonomi yang digerakkan oleh kehadiran belasan ribu jemaah ini sangat membantu para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL). Banyak dari pedagang yang meraup keuntungan besar dan berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan.
“Pergerakan ekonomi lokal melalui UMKM seperti ini sangat membantu, mengingat kondisi ekonomi makro saat ini sedang kurang baik,” jelas Mas Hariwur sapaan akrab Bupati Madiun.

Ketua Panitia sekaligus Koordinator Daerah Madiun, H. Nur Shoderi, S.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan spiritual ini sudah dimulai sejak siang hari secara runut dan khidmat.
“Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan pembacaan tahlil dan kirim doa. Setelah salat Asar, dilanjutkan dengan zikir fida’. Karena jumlah nama arwah yang dikirimkan lebih dari 70 nama, zikir fida’ dibagi menjadi dua sesi, yaitu setelah Asar dan setelah Magrib,” jelas Nur Shoderi.
Setelah salat Isya, acara dilanjutkan dengan mujahadah, tahlil, pembacaan manakib, dan prosesi baiatan. Usai seluruh rangkaian inti selesai, acara memasuki sesi seremonial yang diisi oleh sambutan-sambutan dari PCNU, Koordinator Pusat (Korpus), Bupati Madiun, dan ditutup dengan pengajian umum.
Nur Shoderi juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Madiun atas fasilitas dan kemudahan yang diberikan dalam kegiatan yanh berlangsung. Sejumlah instansi dinilai sangat responsif dalam mendukung kelancaran acara yang dipadati belasan ribu orang tersebut.
“Alhamdulillah untuk fasilitasnya sangat mendukung sekali. Mulai dari Dinas PU, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bagian Kesra Pemkab, hingga Polsek untuk perizinan, semuanya dipermudah. Dukungan seperti ini sangat membantu kami, tanpa itu mungkin kami akan kebingungan,” ungkapnya.
Panitia berkomitmen untuk terus mengevaluasi pelaksanaan acara agar pelayanan kepada para jemaah atau tamu luar kota menjadi lebih baik. Salah satunya adalah memodifikasi pemanfaatan ruang di Masjid Agung Quba agar jemaah di lantai dua bisa lebih maksimal dan terakomodasi.
“Harapannya ke depan kami bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun. Karena jadwalnya 3 atau 4 tahun lagi acara ini akan kembali ditempatkan di sini, kami ingin menyambut tamu-tamu undangan dengan pelayanan yang jauh lebih baik lagi,” tutup Nur Shoderi penuh harap. (ADV)










