Banyuwangi, seblang.com – Komunitas Pelajar Skena bersama Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Banyuwangi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi disertai diskusi di sebuah warung kopi di Jalan Sukses Selalu, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jumat (15/5/2026) malam.
Sekitar 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat hadir dan terlibat dalam kegiatan nobar serta diskusi yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB.
Elemen masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Aliansi Pelajar Banyuwangi, kader IPNU se-Banyuwangi, mahasiswa Papua, mahasiswa Banyuwangi, hingga masyarakat sipil dan kelompok masyarakat lainnya.

Menurut Koordinator Pelajar Skena Banyuwangi sekaligus Ketua Panitia, Bagas Husron Jillyansyach, kegiatan tersebut menjadi ruang alternatif bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk berdiskusi serta memahami realitas sosial melalui media film.
“Pelajar bukan cuma mesin hafalan dan angka-angka rapor. Pelajar juga manusia yang punya keresahan, ketakutan, luka, dan hak untuk memahami realita sosial di sekitarnya,” ujar Bagas dalam keterangan pers yang diterima pada Senin (18/5/2026).
Ia menuturkan, pemutaran film Pesta Babi bukan sekadar agenda hiburan, melainkan sarana membuka diskusi mengenai isu kekerasan, ketidakadilan, solidaritas, serta suara kelompok kecil yang kerap dibungkam.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini sering kali menuntut kepatuhan tanpa memberi ruang bagi pelajar untuk bertanya dan berpikir kritis.
Karena itu, pihaknya ingin menghadirkan ruang aman bagi pelajar untuk berdialog, bertukar pengalaman, serta memperluas perspektif.
“Melalui seni, film, musik, dan diskusi, pelajar bisa belajar memahami kehidupan sekaligus membangun keberpihakan terhadap sesama manusia,” tambahnya.
Dalam agenda tersebut, panitia juga membuka ruang baca buku gratis sebagai bahan pendukung diskusi pada kegiatan yang digelar sederhana namun penuh makna.
Selain menjadi ruang refleksi sosial, kegiatan itu bertujuan menumbuhkan solidaritas dan kultur kolektif di kalangan pelajar serta mahasiswa di Banyuwangi.
Panitia berharap agenda serupa dapat terus dilakukan sebagai wadah belajar alternatif sekaligus ruang bersuara bagi generasi muda terhadap isu kemanusiaan dan ketidakadilan sosial.////////










