Banyuwangi, seblang.com – Proses persalinan kerap menjadi momen penuh ketegangan, terlebih ketika Hari Perkiraan Lahir (HPL) telah terlewati. Kondisi tersebut dialami Nisma (29), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), yang harus menjalani persalinan di rumah sakit setelah mengalami keterlambatan pembukaan.
Di tengah rasa cemas dan khawatir terhadap kondisi dirinya maupun bayi yang akan dilahirkan, Nisma merasa lebih tenang karena seluruh proses persalinannya dijamin oleh Program JKN. Baginya, kehadiran JKN tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga memberikan rasa aman saat menghadapi kondisi persalinan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
“Saya awalnya direncanakan melahirkan normal di FKTP, tetapi karena sudah melewati HPL akhirnya saya dirujuk ke RSUD Blambangan. Saya sempat berpikir kalau sudah di rumah sakit pasti harus operasi caesar, ternyata masih bisa melahirkan normal dan alhamdulillah persalinan berjalan lancar,” ujar Nisma saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Jumat (8/5).
Meski proses persalinan berlangsung cukup panjang, Nisma bersyukur kondisi dirinya pascamelahirkan dalam keadaan baik. Ia juga mengungkapkan bahwa bayinya sempat mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit akibat kondisi tertentu setelah proses persalinan berlangsung cukup lama.
“Saya merasa lega, bukan hanya soal biaya yang ditanggung sepenuhnya, tetapi pelayanan yang diberikan juga sangat baik. Mulai dari proses persalinan hingga perawatan bayi, semuanya ditangani dengan cepat dan ramah oleh petugas fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Tak hanya pelayanan kesehatan, kemudahan administrasi juga dirasakan Nisma saat mengurus kepesertaan JKN bagi bayinya yang baru lahir. Ia menilai prosesnya sangat cepat dan sederhana sehingga tidak menambah beban di tengah masa pemulihan pascapersalinan.
“Pengurusannya di kantor juga cepat sekali, cukup membawa KTP ibu dan bisa langsung aktif. Saya kira prosesnya bakal rumit karena mengurus BPJS bayi baru lahir, ternyata sangat mudah dan tidak banyak berkas yang diminta,” kata Nisma.
Selain itu, Nisma juga mengakui kemudahan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur antrean online yang menurutnya lebih praktis dibanding antrean manual. Pengalaman tersebut turut dirasakan anggota keluarganya yang rutin menggunakan layanan kesehatan melalui Program JKN.
“Kalau pakai antrean online lebih enak, tidak perlu datang terlalu pagi dan lebih tertib. Risiko penularan penyakit juga lebih kecil karena pasien tidak perlu terlalu lama menunggu dan berdesakan di fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Bagi Nisma, Program JKN merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Ia berharap pelayanan yang sudah baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.//////////










