Bantuan tersebut diarahkan kepada nelayan perikanan tangkap serta pelaku perikanan budidaya air tawar. Bentuk dukungannya antara lain berupa bantuan peralatan untuk menunjang kegiatan usaha dan meningkatkan produktivitas perikanan.
Fawait memperkirakan nilai dukungan untuk sektor perikanan tersebut dapat mencapai Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar. Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan verifikasi calon penerima program, khususnya untuk bantuan yang berpotensi direalisasikan pada 2026.
“Kami bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya mengurai kemiskinan di wilayah pesisir. Karena itu, kami berupaya mengakses program pengembangan perikanan laut maupun budidaya air tawar,” katanya.
Menurut Fawait, penguatan ekonomi masyarakat pesisir menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi kemiskinan di Jember. Bantuan peralatan dan pengembangan usaha diharapkan dapat meningkatkan kemampuan nelayan serta pembudidaya ikan dalam menjalankan kegiatan ekonominya.
Upaya tersebut juga menyasar masyarakat perdesaan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Pemkab Jember tengah menjajaki bantuan pengembangan peternakan unggas, domba, dan sapi yang direncanakan untuk 2026 hingga 2027.
Fawait menilai sektor peternakan perlu mendapatkan perhatian karena menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat desa, selain pertanian. Penguatan sektor tersebut diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah penyangga pangan.
“Jember merupakan salah satu lumbung pangan, baik dari sektor pertanian maupun peternakan. Petani dan peternak menjadi sasaran penting karena sebagian masyarakat yang membutuhkan penguatan ekonomi tinggal di wilayah perdesaan,” ujarnya.
Rangkaian koordinasi lintas kementerian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Fawait menyebut dukungan dari pemerintah pusat sebagai kado bagi Jember pada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan pemerintah daerah tidak berhenti pada pengajuan program, melainkan harus berlanjut hingga bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember,” katanya.
Dengan potensi dukungan yang mendekati setengah triliun rupiah tersebut, tantangan berikutnya bagi Pemkab Jember adalah memastikan kepastian alokasi, ketepatan penerima manfaat, serta pelaksanaan program sesuai jadwal.
Realisasi bantuan diharapkan mampu memperbaiki layanan kesehatan sekaligus memperkuat sektor perikanan dan peternakan sebagai penopang ekonomi masyarakat.










