Untuk memastikan dana masuk, korban menghubungi Nurul melalui WhatsApp. Korban kemudian menerima balasan yang menyebut uang Rp19 juta telah masuk ke rekening tujuan.
Karena yakin transfer berhasil, korban langsung menyerahkan uang tunai Rp19 juta kepada pelaku.
Setelah menerima uang, pelaku segera meninggalkan kios.
Kecurigaan muncul ketika pemilik agen BRILink menghubungi korban dan menanyakan dana transfer yang ternyata belum masuk ke rekening. Korban yang terkejut mengaku telah mendapat konfirmasi melalui WhatsApp Nurul.
Setelah dilakukan pengecekan, diketahui nomor WhatsApp milik Nurul telah diretas pelaku. Dari nomor tersebut, pelaku mengirim pesan seolah-olah dana Rp19 juta sudah masuk sehingga korban percaya dan menyerahkan uang tunai.
“Setelah dilakukan pengecekan ternyata nomor milik Nurul di-hack oleh pelaku sehingga pelapor mengetahui bahwa dirinya ditipu,” jelas Budi.
Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut. Rekaman CCTV di lokasi telah diamankan untuk membantu mengidentifikasi pelaku yang saat beraksi mengenakan pakaian dan kerudung serba hitam.
“Kami akan melakukan penyelidikan dan mendalami kasus tersebut untuk mendapatkan pelaku,” tegas Budi. (*)











