BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Banyuwangi Ubah Santunan Menjadi Modal Produktif Lewat Program PEKA

by -6 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara simbolis menyerahkan santunan kepada ahli waris yang mengikuti program PEKA di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Jumat (17/7/2026).
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.comBPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengubah cara pandang terhadap santunan jaminan sosial. Tak lagi sekadar bantuan tunai, manfaat yang diterima ahli waris kini didorong menjadi modal usaha melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).

Program tersebut digelar di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Jumat (17/7), dan diikuti 100 penerima manfaat. Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan kewirausahaan hasil kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi. Materi yang diberikan mencakup pengembangan produk, pengemasan, strategi pemasaran, digitalisasi usaha hingga peningkatan daya saing UMKM.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, Program PEKA merupakan implementasi konsep Value Beyond Protection. Menurutnya, perlindungan jaminan sosial tidak boleh berhenti ketika santunan dibayarkan, tetapi harus mampu mengembalikan kemandirian ekonomi keluarga pekerja.

“Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Jangan sampai santunan yang nilainya bisa puluhan bahkan ratusan juta rupiah habis hanya untuk kebutuhan konsumtif. Kami ingin manfaat itu menjadi modal produktif agar penerima manfaat bisa kembali berusaha, memperoleh penghasilan, dan melanjutkan kehidupan keluarganya dengan lebih baik,” ujar Saiful.

Ia menjelaskan, Program PEKA dijalankan melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Setelah pelatihan, peserta tidak dilepas begitu saja, melainkan didampingi hingga mampu menjalankan usaha yang menghasilkan. BPJS Ketenagakerjaan juga akan mempertemukan peserta dengan berbagai mitra strategis, termasuk sektor perbankan, untuk membuka akses pembiayaan dan pengembangan usaha.

Berbeda dengan pelatihan kewirausahaan pada umumnya, Program PEKA memiliki target yang terukur. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan sedikitnya 10 persen peserta mampu menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan setelah mengikuti program.

“Kami tidak ingin pelatihan selesai hanya dengan pemberian sertifikat. Seluruh peserta akan kami tracking, kami dampingi, dan kami evaluasi bersama mitra agar benar-benar menjadi pelaku usaha yang produktif. Keberhasilan program ini bukan diukur dari banyaknya pelatihan, tetapi dari berapa banyak penerima manfaat yang mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi,” tegas Saiful.

Menurutnya, ketika ahli waris mampu membangun usaha dan kembali memperoleh penghasilan, manfaat jaminan sosial bukan hanya menjaga keberlangsungan hidup keluarga pekerja, tetapi juga melahirkan pelaku UMKM baru yang ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Menariknya, Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan memiliki semangat yang sejalan dengan Program PEKA milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yakni Perempuan Kepala Rumah Tangga. Program daerah tersebut selama ini memberikan bantuan peralatan usaha kepada perempuan kepala keluarga melalui dukungan APBD hingga tingkat desa sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, hilangnya pencari nafkah menjadi salah satu faktor yang mendorong keluarga jatuh ke jurang kemiskinan. Karena itu, perlindungan jaminan sosial harus diiringi dengan pemberdayaan ekonomi agar keluarga penerima manfaat dapat kembali memiliki sumber penghasilan.

“Kami sangat mengapresiasi Program PEKA karena tidak berhenti pada penyaluran santunan, tetapi juga membekali penerima manfaat agar bangkit kembali melalui kewirausahaan. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Ipuk.

Ia menilai kesamaan visi antara Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan dan Program PEKA Pemkab Banyuwangi menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan takut memulai. Terus belajar, terus bekerja, dan terus berinovasi. Jadikan pelatihan ini sebagai modal untuk membangun usaha yang lebih baik sehingga manfaat yang diterima hari ini benar-benar menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa perlindungan sosial kini tidak hanya berfokus pada pembayaran santunan ketika risiko terjadi, tetapi juga mendorong lahirnya keluarga pekerja yang mandiri, produktif, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

iklan warung gazebo