Banyuwangi, seblang.com – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Banyuwangi memberikan semangat dan motivasi kepada generasi muda agar memiliki ketahanan mental, spiritual, serta kemandirian di tengah dinamika kehidupan era digital.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Tak Kenal Maka Ta’aruf VII: Dari Perkenalan Menuju Pelaminan” yang digelar di Pantai Cemara, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang dikemas secara edukatif dan rekreatif itu diikuti sekitar 200 pemuda-pemudi LDII, mulai dari lulusan SMA hingga mereka yang telah memasuki usia siap menikah atau Generasi Siap Mandiri (GSM).
Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH Hariadji Sugito, menegaskan bahwa di era digital saat ini, menjaga kesehatan mental dan memiliki pola pikir yang benar menjadi hal penting sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi tersebut, kesiapan membangun rumah tangga harus diawali dengan kemandirian yang matang dalam berbagai aspek kehidupan.
“Salah satunya harus didahului dengan kemandirian, baik dalam pemahaman agama, sosial, maupun ekonomi,” ujar KH Hariadji.
Ia menyoroti meningkatnya tekanan sosial di era digital yang dapat memengaruhi kondisi mental seseorang apabila tidak diimbangi dengan ketahanan spiritual dan pemahaman agama yang baik.
Karena itu, fase usia mandiri bukan lagi masa untuk mencoba-coba, melainkan momentum untuk menentukan arah hidup secara serius dan bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.
Dalam kesempatan tersebut, KH Hariadji juga mengingatkan para peserta tentang pentingnya mematuhi batasan syariat dalam proses menuju pernikahan. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa pernikahan merupakan salah satu sunah yang dianjurkan.
“Rumah tangga yang bahagia dibangun di atas cinta, saling menghormati, dan kepercayaan. Suami harus menjadi figur yang adil, bijaksana, penuh perhatian, dan ramah. Sedangkan istri diharapkan menjadi pribadi yang setia, sabar, dan tabah,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa jodoh merupakan cerminan diri.
“Jika ingin mendapatkan pasangan yang saleh atau salehah, maka jadilah pribadi yang saleh atau salehah terlebih dahulu,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda LDII Banyuwangi, Suhariyanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan konsep yang menyenangkan, dilengkapi berbagai permainan dan sesi grill atau bakar daging bersama.
“Konsepnya santai tetapi tetap memiliki tujuan yang jelas. Intinya, kegiatan ini bertujuan membentuk generasi penerus yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelas Suhariyanto.
Tokoh muda asal Gambiran itu menambahkan, pada jenjang usia mandiri (GSM), pembinaan generasi penerus LDII difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi agar mereka memiliki usaha atau penghasilan sendiri.
Para peserta juga dibekali wawasan mengenai cara memperoleh rezeki secara bertanggung jawab sehingga siap secara finansial untuk membangun rumah tangga.
“Saat ini banyak konten di media sosial yang membahas ketakutan menikah dan kebingungan dalam mempersiapkan pernikahan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu peserta mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik lahir maupun batin. Syukur-syukur, ada yang menemukan jodohnya di acara ini dan berlanjut hingga menikah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian DPD LDII Banyuwangi dalam membina masa depan generasi muda agar memiliki karakter Tri Sukses, yakni berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri, serta siap membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.//////////











