Bahkan pihak kedutaan meminta agar perlengkapan dan alat musik tradisional yang dibawa dari Banyuwangi dalam event tersebut seperti kostum gandrung, gamelan, gong, dan kendang, diberikan pada kantor kedutaan. “Ini agar bisa dimanfaatkan bagi orang Indonesia di Inggris ataupun bagi warga Inggris yang ingin kenal Banyuwangi,” pinta Desra.
“Ke depan kami akan lanjutkan tidak hanya soal seni budaya Banyuwangi saja, tapi kerja sama ini juga akan merambah berbagai potensi Banyuwangi lainnya,” tambahnya.
Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya kepada duta budaya Banyuwangi bisa tampil di pentas internasional. “Kami bangga karena anak-anak kami diberi kesempatan bisa tampil, untuk memperkenalkan salah satu seni budaya Indonesia di Inggris,” kata Ipuk.
Ipuk menceritakan sebelum ke London, anak-anak Banyuwangi ini juga tampil di Festival Gandrung Sewu, sebuah pagelaran tari kolosal yang melibatkan lebih dari seribu penari muda terbaik di Banyuwangi, 29 Oktober lalu.
Ipuk juga, dengan tampilnya Gandrung di negeri Raja Charles tersebut, juga dapat membuka kesempatan di bidang lainnya. “Selain Gandrung, beberapa produk UMKM juga kami bawa untuk diperkenalkan di Inggris. Semoga ini bisa menjadi pintu bagi Banyuwangi untuk menjalin hubungan baik dengan Inggris, baik itu urusan business to business (B to B) maupun Government to Government (G to G),” harapnya.
Dalam Experience Indonesia, selain tampil di “Indonesian Day Show”, di Vinegar Yard, mereka juga akan tampil di “Indonesia Night Show”, di Great Central Hall Westminster, Selasa (8/11/2022). Mereka akan menampilkan tari khas Banyuwangi lainnya, seperti Jakripah, Rodat Syiiran, Punjari, dan Jaran Goyang. (*)











