Banyuwangi, seblang.com – Aroma kopi Gombengsari kini tidak lagi hanya hadir dalam secangkir minuman. Di Kokoon Hotel Banyuwangi, kopi lokal kebanggaan Bumi Blambangan tersebut naik kelas menjadi inspirasi berbagai sajian kuliner premium.
Melalui program Ada Apa dengan Coffee (AADC) Volume 2, Kokoon Hotel Banyuwangi menghadirkan pengalaman baru menikmati kopi melalui konsep fine dining. Tak sekadar diseduh, kopi dieksplorasi menjadi bagian dari hidangan, mulai dari menu pembuka, hidangan utama, hingga pencuci mulut.
AADC Volume 2 merupakan kelanjutan dari seri pertama yang sukses mengangkat tema cokelat melalui kolaborasi dengan Doesoen Kakao Glenmore. Kali ini, Kokoon Hotel memilih kopi sebagai bintang utama dengan menggandeng petani kopi Gombengsari, Banyuwangi.

Food and Beverage Kokoon Hotel Banyuwangi, Distira Yudha, mengatakan konsep tersebut lahir dari keinginan menghadirkan perspektif baru terhadap kopi. Menurutnya, selama ini kopi identik sebagai minuman bercita rasa kuat dan cenderung pahit.
Padahal, kopi memiliki potensi rasa yang jauh lebih luas apabila diolah dengan teknik kuliner yang tepat.
“Paradigma masyarakat tentang kopi biasanya hanya satu gelas, diminum, lalu dianggap berat. Kami ingin menunjukkan bahwa kopi tidak hanya bisa diminum, tetapi juga bisa dimakan. Kopi dapat menjadi bagian dari hidangan, mulai dari appetizer hingga dessert,” kata Yudha.
Dalam eksplorasi rasa tersebut, tim Kokoon memilih kopi lokal Gombengsari yang memiliki karakter unik. Bukan tanpa alasan, kopi dari kawasan lereng Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi, dikenal memiliki cita rasa khas yang dipengaruhi kondisi alam serta teknik budidaya para petani.
Ketua Pokdarwis Kampung Kopi Gombengsari, Abdul Rahman, menjelaskan kopi Gombengsari tumbuh di kawasan dengan ketinggian yang ideal bagi komoditas robusta. Selain itu, kebun kopi masyarakat berada di antara tanaman buah seperti durian, alpukat, manggis, hingga kelapa.

Kondisi geografis dan lingkungan tersebut menghasilkan karakter kopi yang berbeda. “Cita rasanya lebih ke fruity atau memiliki sentuhan rasa buah. Ditambah kultur masyarakat sebagai peternak, penggunaan pupuk organik cukup tinggi sehingga penggunaan pestisida relatif rendah,” ungkap Rahman.
Menurutnya, kualitas kopi Gombengsari juga tidak terlepas dari proses panjang yang dilakukan para petani, mulai dari pemilihan buah kopi merah, sortasi biji, pencucian, pengeringan secara natural, hingga penyortiran ulang untuk memastikan kualitas terbaik.
Kerja keras tersebut mengantarkan kopi Gombengsari meraih predikat juara pertama kualitas kopi terbaik tingkat Jawa Timur.
Rahman mengaku bangga karena kopi hasil kerja petani lokal kini mendapat ruang baru melalui sentuhan kuliner hotel.
“Biasanya kami hanya menghasilkan kopi berkualitas. Ternyata kopi ini bisa dikembangkan menjadi makanan dan minuman yang luar biasa. Ini menjadi motivasi baru bagi masyarakat Gombengsari,” ujarnya.
General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, mengatakan AADC Volume 2 bukan sekadar menghadirkan menu baru, tetapi juga membawa misi memperkenalkan potensi lokal Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, kopi kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehingga membuka peluang menghadirkan inovasi sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
“Kami mencoba menggali potensi yang bisa dikolaborasikan. Harapannya, Kokoon Hotel Banyuwangi dapat ikut mengangkat potensi Banyuwangi agar semakin dikenal,” tutur Weni.
Sementara itu, Executive Chef Kokoon Hotel Banyuwangi, Chef Abdul Aziz, mengakui menciptakan menu berbahan dasar kopi bukan pekerjaan mudah. Tantangan terbesarnya adalah menjaga keseimbangan rasa agar karakter kopi tetap hadir tanpa mendominasi hidangan.
“Kopi pada dasarnya adalah minuman. Jadi saya tertantang bagaimana meraciknya menjadi sebuah makanan. Setelah melalui berbagai eksplorasi, akhirnya kami menemukan resep yang istimewa,” jelas Chef Aziz.
Ia juga terjun langsung menyusuri perkebunan kopi rakyat di Gombengsari untuk memilih jenis kopi terbaik, menentukan tingkat roasting, hingga mencari perpaduan bahan yang menghasilkan harmoni rasa.
Dari proses kreatif tersebut lahirlah beragam menu unik. Perjalanan rasa diawali dengan Amuse Bouche berupa Nutty Co, cookies kopi bertekstur renyah, serta Kopi-O yang memadukan robusta dengan kesegaran jeruk dan aroma daun pandan.
Sebagai hidangan pembuka, tersedia Co Cut Salad yang memadukan jellyfish, ayam char siu, dan saus combeng. Sensasi berbeda juga dihadirkan melalui Smile Fish Dry Coffee, sup berbahan ikan, ayam suwir, dan jamur hitam dengan sentuhan green bean coffee.
Pada menu utama, tamu akan disuguhi Duck Empire Excelsa Sauce, olahan daging bebek yang dipadukan dengan sayuran, ubi manis, dan saus kopi. Sementara itu, minuman Naga Bonar menghadirkan perpaduan espresso, markisa, buah naga, dan jeruk nipis dengan cita rasa segar.
Sebagai penutup, tersedia Co2 Melted, kombinasi churros dan mud cake dengan saus kopi, serta Blambangan Cream Co yang memadukan filter coffee, madu, jeruk, vanila, pala, dan krim dalam satu sajian.
Menariknya, di balik deretan kreasi tersebut terdapat sentuhan langsung General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, yang ikut berperan sebagai “chef” berkat hobinya memasak. Dua menu, yakni Nutty Co dan Co2 Melted, lahir dari ide kreatifnya.
Program Ada Apa dengan Coffee (AADC) Volume 2 akan digelar pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 18.00–21.00 WIB di Ijen Resto, dengan konsep makan malam spesial yang menghadirkan pengalaman menikmati kopi dari sudut pandang berbeda, lengkap dengan hiburan live music.
Dengan harga Rp298 ribu net per orang, pengunjung dapat menikmati delapan rangkaian menu, mulai dari amuse bouche, starter, soup, main course, dessert, hingga signature coffee beverage berbahan kopi Gombengsari.
Konsep ini terbuka bagi siapa saja, mulai dari pecinta kopi, penikmat kuliner, keluarga, hingga mereka yang ingin merasakan pengalaman baru menikmati kekayaan cita rasa Banyuwangi dalam sajian berkelas.
Untuk menjaga kualitas penyajian dan kenyamanan setiap tamu, kapasitas acara dibatasi hanya 40 peserta. Setiap pengunjung juga akan membawa pulang suvenir berupa kopi juara Gombengsari sebagai bagian dari pengalaman menikmati kopi lokal Banyuwangi yang naik kelas.///////










