Banyuwangi, seblang.com – Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang yang berulang setiap musim liburan dinilai sudah membutuhkan solusi permanen. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun meminta pemerintah pusat turun tangan dengan membenahi infrastruktur di kawasan pelabuhan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah melayangkan surat kepada Menteri Perhubungan. Dalam surat tersebut, Ipuk mengajukan sejumlah usulan strategis, mulai pelebaran jalan nasional menuju Pelabuhan Ketapang, penambahan kapasitas kapal dan dermaga, hingga percepatan pembangunan Jalan Tol Probowangi ruas Besuki-Banyuwangi.
“Kami sudah berkirim surat kepada Menhub. Penanganan kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang membutuhkan dukungan pemerintah pusat karena ini bukan hanya kepentingan Banyuwangi, tetapi juga konektivitas nasional,” ujar Ipuk, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia. Jalur ini menjadi penghubung utama Pulau Jawa dengan Bali dan Nusa Tenggara sehingga lonjakan kendaraan hampir selalu terjadi pada periode tertentu.
Salah satu usulan yang diajukan adalah pelebaran ruas jalan nasional yang selama ini menjadi titik kemacetan, yakni ruas Ketapang-Jembatan Sungai Selogiri, Watudodol-Jembatan Grand Watudodol, serta jalur nasional di wilayah Kecamatan Wongsorejo.
Tak hanya akses jalan, Banyuwangi juga meminta penambahan armada kapal penyeberangan berkapasitas minimal 3.000 GT. Penambahan kapal diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut sehingga antrean kendaraan menuju pelabuhan dapat ditekan.










