Malang, seblang.com – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) terus mempercepat program peningkatan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Salah satu proyek yang saat ini menjadi perhatian adalah peningkatan Jalan Purworejo–Tunjungtirto di Kecamatan Singosari yang dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Peningkatan jalan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur yang selama ini mengalami kerusakan, tetapi juga menjadi upaya memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung konektivitas kawasan yang memiliki potensi pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, menegaskan bahwa pembangunan jalan merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Proyek peningkatan jalan ini kami fokuskan pada penguatan struktur agar lebih tahan lama dan nyaman dilalui. Target kami sebelum November sudah selesai sehingga tidak terganggu musim hujan,” kata Khairul, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, Jalan Purworejo–Tunjungtirto merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur utama di Kecamatan Singosari. Selama ini, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang kerap menjadi keluhan masyarakat karena menghambat mobilitas serta distribusi barang.
Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut meliputi penguatan struktur jalan melalui perbaikan lapis pondasi, pelebaran badan jalan di sejumlah titik, pengaspalan hotmix, hingga pembenahan sistem drainase guna mengantisipasi genangan air saat musim hujan.
Khairul menilai, infrastruktur jalan yang baik akan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain mempercepat akses transportasi, keberadaan jalan yang lebih layak juga dapat menekan biaya distribusi hasil pertanian dan memperluas akses pasar bagi para petani.
“Semoga pembangunan ini dapat memperlancar transportasi dan meningkatkan akses perekonomian warga desa. Seluruh infrastruktur yang dibangun pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah Tunjungtirto maupun desa-desa sekitarnya akan semakin efisien karena akses menuju Pasar Singosari dan Kota Malang menjadi lebih lancar. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian lokal sekaligus mendukung aktivitas perdagangan masyarakat.
Selain sektor pertanian, peningkatan kualitas jalan juga dinilai membuka peluang pengembangan kawasan wisata dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Singosari bagian utara yang selama ini membutuhkan dukungan aksesibilitas yang memadai.
“Seluruh akses penunjang, baik untuk pengembangan pariwisata, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, pelayanan umum, maupun akses di wilayah perbatasan, akan terus kami perhatikan,” tegas Khairul.
Pemkab Malang menargetkan seluruh pekerjaan peningkatan jalan yang masuk dalam program tahun 2026 dapat selesai sesuai jadwal sebelum memasuki musim penghujan. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Malang.
“Pada akhirnya, seluruh pembangunan ini bertujuan menunjang mobilitas masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya.(adv)










