JKN Ringankan Beban Pengobatan Talasemia Mustika Selama Puluhan Tahun

by -220 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Menjalani pengobatan dalam jangka panjang menjadi bagian dari kehidupan Mustika Puspa Dewi, 36, warga Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Sejak didiagnosis talasemia pada usia delapan tahun, ia harus menjalani transfusi darah secara berkala. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu penopang bagi Mustika untuk melanjutkan pengobatannya hingga saat ini.

Mustika mulai menjalani pengobatan talasemia pada 1998. Ketika itu, keluarganya menyadari pertumbuhannya berbeda dibandingkan anak-anak seusianya. Setelah diketahui mengidap talasemia, Mustika harus menjalani perawatan lanjutan, termasuk transfusi darah yang dilakukan secara rutin.



Sebelum menjadi peserta JKN, biaya pengobatan masih ditanggung sendiri oleh keluarganya. Pengeluaran yang terus berulang menjadi tantangan, terlebih ayahnya bekerja di armada bus dan ibunya berjualan di pasar.

“Seingat saya, saat itu biaya transfusi darah mencapai sekitar Rp 200 ribu untuk setiap tindakan. Dengan ayah saya yang bekerja di armada bus dan ibu saya yang berjualan di pasar, hal tersebut cukup memberatkan keluarga kami,” kata Mustika saat ditemui di RSUD Blambangan Banyuwangi, Selasa (13/10/2026).

Kebutuhan pengobatan yang berlangsung bertahun-tahun membuat Mustika menyadari pentingnya jaminan pembiayaan kesehatan. Ia tidak hanya membutuhkan pelayanan medis untuk satu kali tindakan, tetapi harus terus menjalani perawatan sesuai kebutuhan kondisi kesehatannya.

“Dulu saya sempat khawatir terkait biaya pengobatan. Pengobatan yang saya jalani ini bukan hanya sekali atau dua kali saja, tetapi terus berlanjut seumur hidup. Kalau harus menanggung semuanya sendiri, tentu terasa berat bagi saya dan keluarga,” ujarnya.

Pada 2014, Mustika memutuskan menjadi peserta JKN dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Sejak itu, ia melanjutkan pengobatan di RSUD Blambangan Banyuwangi dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dalam Program JKN.

Keberadaan program tersebut memberikan ketenangan bagi Mustika dalam menjalani perawatan. Kekhawatiran mengenai biaya yang sebelumnya dirasakan kini tidak lagi menjadi beban utama ketika ia membutuhkan pelayanan yang dijamin JKN.

iklan warung gazebo