Surabaya, seblang.com – Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) menggelar Halaqah Nasional dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi dan kolaborasi di bidang kesehatan.
Halaqah Nasional tersebut dihadiri dokter dan pengurus PDNU dari berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, turut hadir sebagai salah satu narasumber. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Halaqah Nasional PDNU yang dinilai menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pemikiran serta memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi, organisasi keagamaan, dan pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
“BPJS Kesehatan mengapresiasi terselenggaranya Halaqah Nasional PDNU ini. Forum seperti ini menjadi ruang yang baik untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara BPJS Kesehatan dan Nahdlatul Ulama,” ujar Sutopo.
Dalam kesempatan tersebut, Sutopo memaparkan pentingnya kemitraan strategis antara BPJS Kesehatan dan Nahdlatul Ulama. Ia menjelaskan, NU memiliki jaringan yang luas dan dekat dengan masyarakat sehingga berpotensi menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai jaminan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan.
“Dengan jaringan NU yang sangat luas dan keberadaannya yang dekat dengan masyarakat, tentu terdapat potensi besar untuk bersama-sama meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan serta akses terhadap pelayanan kesehatan,” jelas Sutopo.
Ia menambahkan, prinsip utama dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah semangat gotong royong. Prinsip tersebut menjadi landasan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh perlindungan dan akses terhadap pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan.
“Prinsip BPJS Kesehatan selalu mengedepankan semangat gotong royong, bagaimana seluruh masyarakat dapat saling membantu agar semuanya dapat tertolong dan memperoleh manfaat dari Program JKN,” ujar Sutopo.












