Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik dukungan yang diberikan Kopassus. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Banyuwangi selama ini menjadi salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur. Produksi jagung daerah ini terus mencatat surplus dan menjadi penopang kebutuhan pangan maupun industri.
Data Pemkab Banyuwangi mencatat, produksi jagung sepanjang 2025 mencapai 250.596 ton. Angka itu meningkat 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 209.078 ton.
Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi tercatat sebesar 69.842 ton. Dengan capaian tersebut, daerah ini masih mencatat surplus produksi dalam jumlah besar.
Hingga pertengahan 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 72.596 ton dan masih terus bertambah seiring berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah.
“Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan Banyuwangi dan produksinya terus surplus tiap tahun. Kami menyambut baik dukungan berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian di Banyuwangi,” ujar Ipuk. (*)











