Menurut Jasmani, pemeliharaan saluran irigasi tidak bisa menunggu hingga terjadi kerusakan. Sedimentasi yang terus menumpuk dapat mengurangi kapasitas saluran dan mengganggu distribusi air menuju areal persawahan.
Karena itu, Program Padat Karya tidak hanya berorientasi pada pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi langkah preventif agar jaringan irigasi tetap berfungsi optimal sepanjang musim tanam.
Selain memberikan manfaat bagi petani, program tersebut juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Warga yang terlibat memperoleh tambahan penghasilan, sementara pemerintah memastikan infrastruktur pengairan tetap terpelihara.
Jasmani menambahkan, pelaksanaan Program Padat Karya turut melibatkan kelompok petani pemakai air sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi.
“Harapannya saluran tetap berfungsi optimal, air mengalir lancar ke sawah, produktivitas pertanian terjaga, dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat ekonomi dari program ini,” ujarnya.










