Bagus diduga mencekik Dini hingga meninggal dunia. Setelah itu, ia disebut membawa jasad Dini menggunakan kantong tidur (sleeping bag), kemudian meninggalkan hotel bersama AGF.
Setelah meninggalkan hotel, Bagus diduga membawa AGF ke rumahnya di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Di rumah tersebut, AGF yang masih berusia empat tahun diduga turut menjadi korban pembunuhan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, balita tersebut diduga dibunuh di dalam mobil Karimun milik terduga pelaku. Mobil tersebut kini juga telah dipasangi garis polisi.
Diduga Dimutilasi dan Dibakar
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa Bagus kemudian membeli gergaji dan memesan mesin pencacah sampah dari Kabupaten Gresik.
Sembari menunggu kedatangan mesin tersebut, Bagus disebut menyiapkan tungku pembakaran di sebuah rumah di kawasan Jalan Kunir, Kota Madiun.
Setelah peralatan dan tempat disiapkan, kedua korban diduga dimutilasi dan dibakar. Sisa jasad mereka kemudian diduga dibuang ke aliran Sungai Bengawan Madiun.
Meski demikian, rangkaian peristiwa tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari penyidik kepolisian.
Pada Senin (26/10/2026), penyidik Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Madiun Kota dikabarkan akan melakukan reka ulang adegan di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut.
Warga Mengaku Terkejut
Peristiwa tragis yang menimpa ibu dan anak tersebut mengejutkan warga di sekitar Jalan Doho, Kota Madiun. Warga mengaku tidak menyangka bahwa peristiwa mengerikan itu diduga melibatkan seseorang yang tinggal di lingkungan mereka.
“Kejam, Mas. Kami tidak mengira ada orang sebiadab dan sekejam itu. Kok ya kebetulan tetangga kami pelakunya. Semoga korban mendapat keadilan dan pelaku layak dihukum berat,” ujar RDH, warga setempat.
Hingga berita ini ditulis, penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara lengkap kronologi kejadian, motif, serta peran terduga pelaku. Penulis: Puguh Setiawan










