Hasil Uji Sampel Air Sumur dan Sungai, Kadinkes Jember : Ada Zat Berbahaya

by -1780 Views
Wartawan: Fitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Kepala Dinas Kesehatan Jember, dr. Hendro Soelistijono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

“Karena kandungannya tidak begitu besar. Seandainya pun diduga itu, harusnya iritasi mengenai seluruh tubuh, tapi ini hanya di kulit-kulit tertentu,” ujar mantan Dirut RSD dr. Soebandi itu.

“Kemudian sesuai diagnosis dari RSD Soebandi, bahwa ini murni karena alergi (kulit) yang menyebabkan (kondisi mirip) Sindroma Stevens-Johnson,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, MAP (14) bocah yang kulitnya melepuh usai mandi di aliran sungai irigasi areal persawahan, wilayah desa dan Kecamatan Ambulu (4/1/) lalu.

Saat ini kondisi bocah tersebut, masih menjalani penanganan medis dan berada di ruang isolasi RSD dr. Soebandi Jember.

Dari adanya temuan kasus tersebut, pasalnya menurut dr. Benedictus Gebyar, Sp. A sekaligus Dokter Penanggung Jawab Pasien.

Bocah tersebut dimungkinkan mengalami TEN (Toxic Epidermolysis Necrotikans), Overlaping dengan SJS (Sindroma Stevens-Johnson).

“Kalau TEN biasanya lebih dari 30 persen, dan SJS itu rata2 10 persen. Kalau antara 10-30 itu yang dinamakan overlaping, antara SJS dan TEN itu,” ucap dr Gebyar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di RSD dr. Soebandi Jember, Selasa (16/1/2024) siang.

Penyebabnya menurut teori, lanjut dr. Gebyar, kadang-kadang bersifat multi faktorial. Namun demikian, kebanyakan dikatakan karena hipersensifitas dari pasien tersebut atau karena reaksi alergi yang berlebihan.

“Kebanyakan memang sekitar 70-90 persen penyebabnya karena obat. 10 persen itu bisa disebabkan lain,” katanya.///////

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *