Gubernur Khofifah dan Ribuan Jamaah Bershalawat Bersama Gus Iqdam di Kediaman Jemursari

by -8 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Gubernur Khofifah ,Wagub Emil Elestianto Dardak Bersama Istri Arumi Bachim , Sekdaprov.Jatim Adhy Karyono Bersama Gus Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) dan beberapa OPD Jatim di acara Jemur Wonosari Bersholawat .
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Surabaya, seblang.comGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan masyarakat mengikuti majelis shalawat dan tausiyah bersama pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II, Gus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, di depan Kediaman Jemursari, Surabaya, Minggu malam (12/7/2026).

Jamaah yang hadir berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Majelis berlangsung khusyuk dengan lantunan shalawat, zikir, dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.

Gubernur Khofifah ,Wagub Emil Elestianto Dardak Bersama Istri Arumi Bachim , Sekdaprov.Jatim Adhy Karyono Bersama Gus Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) dan Jamaah yang hadir di acara Jemur Wonosari Bersholawat .

“Pembangunan yang kita lakukan harus diiringi dengan doa, zikir, dan shalawat sebagai penguat spiritual sekaligus memohon rida Allah SWT,” ujarnya.

Menurut Khofifah, shalawat tidak hanya menjadi wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana memperkuat optimisme, ketenangan hati, dan semangat kebersamaan.

“Majelis shalawat seperti ini menjadi ruang yang sangat penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan daerah yang kita cintai. Semoga Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemudahan dalam setiap ikhtiar pembangunan,” kata Khofifah.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik dan pertumbuhan ekonomi. Fondasi sosial dan spiritual yang kuat juga dibutuhkan agar pembangunan menghadirkan kemaslahatan yang berkelanjutan.

Karena itu, Khofifah menilai majelis ilmu, majelis zikir, dan majelis shalawat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, rukun, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Iqdam dan Majelis Sabilu Taubah yang secara konsisten mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendekatkan diri kepada nilai-nilai keagamaan melalui dakwah yang sejuk, inklusif, dan mudah diterima.

“Maturnuwun, Gus Iqdam. Kerawuhan Gus Iqdam ini luar biasa. Mengundang Gus Iqdam setengah mati susahnya karena jadwal beliau sangat padat dan sangat dicintai masyarakat. Matur nuwun kerawuhanipun,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, pesan yang disampaikan Gus Iqdam mengingatkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras. Kekuatan spiritual melalui doa, zikir, dan shalawat harus terus diistiqamahkan.

“Semoga ikhtiar melalui shalawat, zikir, dan doa bersama ini menjadi wasilah hadirnya keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur. Mari kita terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan menghadirkan kemanfaatan bagi sesama,” pungkasnya.

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah untuk istiqamah bershalawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Menurutnya, banyak keutamaan yang akan diperoleh oleh orang yang senantiasa bershalawat, baik berupa keberkahan hidup di dunia maupun kebahagiaan di akhirat.

Gus Iqdam juga menekankan pentingnya bertakwa kepada Allah SWT, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta bertawadhu dan berkhidmat kepada para alim ulama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia sekaligus memperkuat persatuan umat.

Pada kesempatan itu, Gus Iqdam juga menceritakan perjalanan Khofifah yang telah istiqamah bershalawat sejak usia muda.

“Ibu Khofifah ini sudah lama istiqamah bershalawat, dari kecil sampai sekarang. Beliau menjadi contoh bahwa menjadi pejabat tidak meninggalkan jati dirinya sebagai santri. Insyaallah, orang yang istiqamah dalam bershalawat akan diberikan kebaikan hidup di dunia dan memperoleh kebahagiaan di akhirat,” tutupnya. (*/ady)

iklan warung gazebo